9hNarkoba-h1.dem

Demak, arusutama.com – Terungkapnya kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Kecamatan Dempet, menunjukkan tingginya peredaran obat-obatan terlarang di Kabupaten Demak. Hal tersebut menjadi keprihatinan masyarakat dan Pemkab Demak.

Sehubungan itu Bupati Demak, Hj Eisti’anah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama merapatkan barisan membantu pihak berwajib dalam mencegah dan melawan penyebaran narkotika.

Imbauan bupati disampaikan di hadapan ratusan siswa SMAN 3 Demak, dalam acara Penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi Generasi Muda/ Pelajar di Wilayah Kabupaten Demak, kemarin.

Kunjungan bupati tersebut didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpolinmas) Kendarsih Iriani.

Bupati mengatakan, masa remaja adalah masa yang paling membahagiakan. Di fase ini rasa ingin tahu ingin mencoba sangatlah besar. Di masa ini pula berada pada tahap penting dalam pembentukan karakter dan pilihan hidup.

Karakter bisa dipengaruhi oleh buku yang dibaca, teman yang dekat dan yang berada di sekitar dan tontonan yang dilihat.

“Maka dari itulah, kalian semua harus bijak dan pandai dalam memilih teman. Jangan sampai lingkungan dan pergaulan menjerumuskan. Salah satu yang harus dihindari adalah narkoba,” saran Bupati.

Narkotika dan obat terlarang merupakan masalah serius yang tidak hanya berdampak pada individu, namun juga pada keluarga, masyarakat dan negara secara keseluruhan. Efek domino akibat dari penyalahgunaan narkoba juga semakin beragam. Mulai dari penurunan kemampuan dan konsentrasi belajar, bisa menghambat potensi diri hingga kerugian lainnya.

“Mengingat bahaya dari narkoba sangat besar, saya minta kepada kalian semua untuk terus tingkatkan kesadaran akan bahaya narkotika dan pahami konsekuensi negatif yang dapat ditimbulkannya,” ujar Eisti’anah.

Para pelajar adalah generasi penerus sebagai calon-calon pemimpin masa depan bangsa yang akan melanjutkan roda pemerintahan. Tantangan ke depan masih panjang dan membutuhkan pribadi-pribadi yang tekun, cerdas dan kompeten.

“Jangan pernah mendekati narkoba, meski sekadar coba-coba. Banyak dari mereka yang awalnya hanya coba-coba, berlanjut menjadi ketergantungan, sehingga tubuh dan psikisnya mengalami kerusakan.” tegasnya.

Sebagai remaja terpelajar harus memiliki peran penting dalam kehidupan. Ajak dan edukasi teman sebaya untuk menjauhi narkoba.

“Sebarkan pesan positif terkait penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Sementara itu Kepala Bakesbangpol, Kendarsih Iriani berharap semua pihak, khususnya institusi pendidikan untuk dapat bekerjasama dan bersatu padu dengan pemerintah dalam memerangi narkoba.

“Pastikan bahwa lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang aman dan sehat. Mari kita rapatkan barisan, jangan pernah memberi celah sedikit pun kepada narkotika untuk masuk ke lingkungan sekolah kita,” tegasnya.

Selain itu pengamalan nilai-nilai Pancasila perlu jadi pijakan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba untuk mewujudkan Demak yang bermartabat, maju dan sejahtera. (Sul)