Demak Luncurkan Grabb-Jentik untuk Memerangi Jentik Nyamuk dan DBD

IMG-20240513-WA0091

Bupati Demak Eisti'anah bersama Kadinkes Demak Ali Maimun beserta jajarannya usai me-launching Grabb-Jentik di Amantis. Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Demak telah meluncurkan inisiatif baru yang disebut Gerakan Bersama Berantas Jentik (Grabb-Jentik), yang bertujuan untuk memerangi jentik nyamuk dan mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Gerakan ini mengajak masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara kolektif setiap hari Jumat.

Bupati Demak, Eisti’anah, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang diusung oleh Dinas Kesehatan. Hal ini dikarenakan pentingnya sinergi antara sekolah dan masyarakat dalam sosialisasi dan kegiatan kebersihan lingkungan. “Mari kita bergotong royong dalam memerangi jentik nyamuk,” ajak Bupati usai me-launching Grabb-Jentik di Aula Amantis Demak, Senin (13/5).

Dalam upaya ini, Bupati Demak, Eisti’anah, menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan yang dilakukan setiap hari Jumat. “Kita harus mengambil tindakan nyata, bukan hanya sekedar sosialisasi. Mari kita bersatu dan bergerak bersama untuk membuat perubahan yang berarti,” ujar Bupati.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Demak, Ali Maimun, menyatakan bahwa selain gerakan bersama, fogging juga dilakukan meskipun memiliki beberapa dampak negatif. “Kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan bagaimana hal itu dapat secara signifikan mengurangi risiko DBD,” kata Ali Maimun.

Gerakan Grabb-Jentik juga bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong di kalangan masyarakat, yang telah menurun belakangan ini. Dengan kerjasama dan partisipasi aktif dari sekolah-sekolah dan seluruh warga, diharapkan gerakan ini tidak hanya akan memutus mata rantai penularan DBD tetapi juga memperkuat ikatan komunitas.

Data terbaru menunjukkan adanya penurunan kasus DBD di Kabupaten Demak, dari 285 kasus dengan dua kematian pada tahun 2023, menjadi 187 kasus dengan satu kematian di tahun 2024. Inisiatif Grabb-Jentik diharapkan dapat terus menekan angka penularan dan menjadikan Demak bebas dari DBD. (Sam)