Aliansi Pemuda Morosari Tuntut Percepatan Pembangunan Jalan di Demak: Pilih Diam atau Tenggelam?

IMG-20240711-WA0006

Aliansi Pemuda Morosari dan Tonosari saat Audiensi bersama Bupati beserta jajarannya di Pendopo Kabupaten Demak, Rabu (10/7). Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Masyarakat pesisir Sayung menggelar aksi demonstrasi atau audiensi menuntut percepatan pembangunan jalan utama Morosari. Aksi yang diprakarsai oleh Aliansi Pemuda Morosari dan Tonosari dengan tajuk “Pilih Diam atau Tenggelam” ini dimulai pawai dari Jembatan Morosari dan berakhir di Pendopo Kabupaten Demak, Rabu (10/7).

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Satria Sejati Jawa Tengah, Ulil, yang juga berperan sebagai advokat masyarakat, mengungkapkan bahwa kondisi jalan saat ini sangat memprihatinkan.

“Kendaraan besar sering melewati jalan tanah yang sekarang sudah lebih rendah dibandingkan rumah warga, menyebabkan banjir rob setiap hari semakin parah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa menunggu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 terlalu lama karena rumah warga bisa rusak akibat gelombang air dari kendaraan yang lewat.

Masyarakat berharap agar pemerintah segera menguruk jalan sepanjang 1,5 km tersebut untuk mencegah kerusakan lebih lanjut akibat banjir rob dan lalu lalang truk besar. “Kami tidak ingin dijanjikan lagi. Jika tidak ada tindakan segera, kami siap mengambil aksi lebih ekstrem,” tegas Ulil.

Keluhan lainnya datang dari Ketua RT 01 RW 5 Bedono, Ngatriman, yang juga Ketua Nelayan Bedono Morosari. “Akses nelayan terhalang proyek tol, sementara kompensasi yang diberikan tidak mencukupi. Kami membutuhkan relokasi tempat untuk parkir perahu karena lokasi Morosari sudah penuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas Proyek Tol Semarang Demak, Robby Sumarna, menyatakan bahwa proyek ini sudah lama direncanakan dan membutuhkan koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). “Peninggian jalan akan dilakukan, namun tidak bisa permanen. Besok akan kami cek lokasi dulu untuk pengukuran,” katanya.

Bupati Demak, Eisti’anah, menyatakan bahwa pihaknya memahami keluhan masyarakat dan berjanji untuk segera berkoordinasi dengan BBWS untuk mempercepat pembangunan. “Kami sudah menghabiskan puluhan miliar untuk pembangunan jalan ini. Dengan bantuan CSR, kami berharap bisa mempercepat prosesnya karena situasinya sangat darurat,” pungkasnya.