Demak Siap Hadirkan Embarkasi Haji dan Museum Pertama di Indonesia

Komisi VIII DPR RI bersama jajarannya saat meninjau calon lokasi pembangunan Embarkasi Haji di Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam. Foto: ist
ARUSUTAMA.com – Kabupaten Demak selangkah lebih dekat untuk menjadi pusat embarkasi haji di Jawa Tengah. Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan khusus untuk meninjau calon lokasi pembangunan embarkasi haji di Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Sabtu (7/12).
Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Tim Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, ini turut didampingi oleh perwakilan Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah.
Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala Kantor Kemenag Demak, Taufiqur Rahman, beserta Plt. Kabag Kesra, Ungguh Prakoso, dan Ketua IPHI Demak, Wakiyo.
Taufiqur Rahman menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut.
“Maturnuwun atas kerawuhannya di Kabupaten Demak,” ucapnya saat menyambut rombongan.
Lokasi yang ditinjau merupakan tanah wakaf seluas 11 hektare yang dikelola oleh Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Kabupaten Demak.
Menurut Abdul Wachid, lahan tersebut memiliki potensi besar untuk pembangunan asrama haji yang juga akan dilengkapi dengan museum haji, sebuah fasilitas unik yang belum ada di Indonesia.
“Awalnya ada tiga lokasi yang diusulkan, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Demak. Setelah melalui diskusi, kami memilih Kabupaten Demak,” ungkap Wachid.
Ia juga menyebutkan bahwa proses administrasi dan tukar guling lahan akan dikoordinasikan dengan Bupati Demak.
Pembangunan embarkasi ini diharapkan dapat dimulai pada tahun 2026. Selain memudahkan proses keberangkatan haji, fasilitas ini juga diharapkan menjadi ikon baru bagi Kabupaten Demak sebagai kota religi. (Sm)
