57 Ribu Judul Buku dan 67 Ribu Eksemplar, Perpusda Demak Hadirkan Literasi Aktif untuk Masyarakat

Perpustakaan Daerah Demak

Perpustakaan Umum Kabupaten Demak terus berinovasi dalam layanan literasi, termasuk dengan mobil Perpustakaan Keliling yang siap menjangkau masyarakat hingga pelosok desa. Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Perpustakaan Daerah (Perusda) Kabupaten Demak terus menggencarkan gerakan literasi berbasis inklusi sosial dengan menghadirkan program inovatif, salah satunya kegiatan “Membaca Nyaring”.

Kegiatan ini untuk memperkuat budaya membaca, namun juga mengedukasi guru, pegiat literasi, dan orang tua agar mampu menyampaikan bacaan kepada anak-anak secara menarik dan inspiratif.

Kepala Perusda Demak, Agung Hidayanto, menyampaikan bahwa kegiatan Membaca Nyaring diharapkan mampu menghidupkan kembali kebiasaan orang tua membacakan dongeng atau cerita rakyat kepada anak-anaknya, sebagaimana dilakukan secara turun-temurun di masa lalu.

“Membaca Nyaring itu semacam orang tua membacakan bacaan untuk anak-anaknya, dengan teknik agar menarik, tidak membosankan. Harapannya, ini bisa membentuk karakter anak yang lebih baik secara akhlak dan etika,” ungkap Agung saat diwawancara, Senin (14/7/2025).

Lebih jauh, Agung menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi solusi mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget. Ia menjelaskan, membaca dapat mengaktifkan semua indra dan memperkaya daya pikir anak.

Sebagai bentuk inovasi, Perusda Demak juga mengembangkan literasi aplikatif, yaitu mengajak masyarakat mempraktikkan langsung isi buku yang mereka baca.

“Misalnya mereka membaca buku resep masakan, kita ajak langsung praktik memasak bersama. Semua berbasis buku,” jelasnya.

Berikut data dan capaian Perpustakaan Daerah Demak sebagai berikut: Jumlah Judul Buku: 57.427 judul; Jumlah Ekslempar: 67.397 buku; Jumlah Koleksi e-Book: 1.798 judul (3.594 ekslempar); Jumlah Pengunjung Januari–Mei 2025: 79.593 orang; Jumlah Pengunjung Tahun 2024: 266.071 orang.

Selain itu, Perpusda Demak juga melaksanakan beberapa Program Literasi 2025 diantaranya: Layanan Perpustakaan Keliling: 184 titik lokasi; Transformasi Literasi Inklusi Sosial: 59 kegiatan; Taman Baca Integratif seperti CFD, Posyandu, dan lainnya: 42 kegiatan; Wisata Literasi: 6 kunjungan; Jumlah Perpustakaan Desa: 156 unit; Taman Baca Masyarakat (TBM): 44 unit dan Jumlah Pustakawan: 10 orang. (Sam)