Cegah Ancaman 19 Juta Data Bocor di Darknet, Demak Sosialisasikan Perlindungan Data Pribadi

Sosialisasi Keamanan Informasi bertema “Implementasi Perlindungan Data Pribadi” di Ballroom Wakil Bupati Demak, Rabu (16/7). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Ancaman kebocoran data pribadi semakin nyata. Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Sosialisasi Keamanan Informasi dengan tema “Implementasi Perlindungan Data Pribadi”, di Ballroom Wakil Bupati Demak, Rabu (16/7/2025).
Acara ini diikuti oleh perwakilan dari 27 OPD, 14 kecamatan, 2 RSUD, dan 56 desa, dengan menghadirkan dua narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yakni Dony Harso dan Tony Haryanto.
Plt. Kepala Diskominfo Demak, Umar Surya Suksmana, dalam sambutannya menegaskan bahwa pesatnya kemajuan teknologi informasi tidak lepas dari meningkatnya risiko serangan siber, terutama pencurian data pribadi.
“Kita ingin membangun kesadaran dan pemahaman bagaimana data pribadi bisa dicuri, disalahgunakan, dan menimbulkan kerugian. Perlindungan data pribadi harus menjadi perhatian utama,” tegas Umar.
Data yang dipaparkan oleh narasumber cukup mengkhawatirkan. Selama Januari hingga Mei 2025, terjadi 328 insiden keamanan data di Indonesia. Sebanyak 318 di antaranya merupakan kebocoran data, dan 10 kasus melibatkan serangan ransomware. Lebih dari 19 juta data kredensial akun organisasi ditemukan tersebar di darknet dan forum peretas.
“Sebagian besar insiden terjadi di sisi pengguna, baik karena malware pencuri informasi, dump database, hingga serangan phishing dan rekayasa sosial,” jelas Tony Haryanto.
Lebih mengejutkan, hasil survei nasional menunjukkan bahwa ada 55,8% masyarakat tidak bisa membedakan email berisi malware atau spam, 45,8% tidak menggunakan antivirus, dan 43,4% tidak melakukan backup data pribadi.
“Tingginya ketidaksiapan masyarakat inilah yang membuat serangan digital terus terjadi. Sosialisasi seperti ini menjadi langkah yang sangat penting,” ujar Dony Harso.
Sekda Demak Akhmad Sugiharto menekankan bahwa data pribadi seperti nama lengkap, NIK, alamat, hingga data finansial kini menjadi target utama kejahatan digital. Penyebaran data sembarangan di media sosial juga memperburuk situasi.
“Serangan siber kini bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal kelalaian manusia. Masyarakat harus lebih berhati-hati dan paham risiko,” tandasnya.
Pemkab Demak berharap, melalui sosialisasi ini, semua pihak, mulai dari perangkat daerah hingga tingkat desa, lebih siap menghadapi tantangan keamanan digital, serta turut menyebarkan literasi keamanan siber kepada masyarakat. (Sm)
