Anggaran Rp3 Miliar Disiapkan, Normalisasi Sungai Bonang Difokuskan dari Hilir

Bupati Demak normalisasi sungai

Bupati Demak Eisti’anah memberikan keterangan terkait rencana normalisasi Sungai Bonang dengan anggaran Rp3 miliar yang difokuskan untuk penanganan wilayah pesisir. Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Pemerintah Kabupaten Demak menyiapkan anggaran sebesar Rp3 miliar pada tahun 2026 untuk melakukan normalisasi Sungai Bonang. Program ini menjadi respons atas aspirasi masyarakat pesisir yang selama ini terdampak banjir dan sedimentasi sungai, khususnya di wilayah hilir.

Bupati Demak, Eisti’anah, mengatakan normalisasi Sungai Bonang telah diinstruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan akan dilaksanakan pada tahun ini.

“Anggaran di tahun ini sudah kami siapkan sekitar Rp3 miliar untuk normalisasi Sungai Bonang. Sesuai permintaan masyarakat, pengerjaan akan difokuskan terlebih dahulu di bagian hilir,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Menurut Bupati, pelaksanaan normalisasi membutuhkan koordinasi lintas pihak karena di sepanjang sepadan sungai terdapat banyak permukiman warga. Hal ini penting agar pelaksanaan proyek berjalan lancar tanpa menimbulkan persoalan sosial di lapangan.

Eisti’anah menjelaskan, pemerintah daerah menargetkan pekerjaan bisa dimulai sejak awal tahun. Namun, terdapat sejumlah penyesuaian administratif, salah satunya terkait Standar Satuan Harga (SSH), yang sempat memengaruhi waktu pelaksanaan.

Selain itu, Pemkab Demak juga mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk perbaikan jalan Purworejo, menyusul tidak keluarnya Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diajukan sebelumnya.

“Kalau semuanya cair bersamaan justru bisa tumpang tindih. Karena itu, kami atur skemanya agar antara betonisasi jalan dan normalisasi sungai bisa berjalan efektif,” jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun kewenangan sungai berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemkab Demak tetap turun tangan melalui penganggaran APBD.

“Kalau kita tidak ikut turun anggaran, kasihan masyarakat. Maka kami ajukan izin dan anggarkan lewat APBD,” tegas Eisti’anah.

Tidak hanya di hilir, normalisasi juga direncanakan menyasar bagian hulu Sungai Bonang pada perubahan anggaran mendatang. Langkah ini dilakukan agar penanganan sungai lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga menargetkan penataan kawasan pesisir sebagai prioritas awal, sebelum dilanjutkan dengan penataan wilayah lainnya, termasuk jalur perkotaan yang terhubung dengan kawasan pesisir. Hal ini sejalan dengan rencana penataan akses dan pembangunan tanggul laut atau giant seawall.

“Normalisasi sungai, pemadatan jalan, dan penataan pesisir, termasuk ruas jalan Sayung–Jepara yang merupakan jalan kabupaten dan selama ini terendam, sudah kami anggarkan di tahun ini,” pungkasnya. (Sam)