Rakor Kewaspadaan Dini Demak, Isu MBG hingga Sound Horeg Jadi Atensi

Rapat Koordinasi Tim Kewaspadaan Dini dan Deteksi Daerah Kabupaten Demak yang digelar Bakesbangpol bersama unsur TNI, Polri, BIN, dan perangkat daerah, membahas penguatan sinergi menjaga kondusivitas wilayah menjelang Ramadan. Foto: ist.
ARUSUTAMA.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Demak menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Kewaspadaan Dini dan Deteksi Daerah Kabupaten Demak. Rakor ini diikuti unsur TNI, Polri, BIN, serta perangkat daerah terkait sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas daerah.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Demak, Kendarisih Iriani, menegaskan pentingnya pertukaran informasi antarinstansi untuk mendeteksi sejak dini potensi permasalahan yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, koordinasi dan komunikasi tidak hanya dilakukan dalam forum resmi, tetapi harus berjalan setiap saat sesuai kebutuhan.
“Koordinasi dan komunikasi harus terus berjalan, tidak hanya dalam forum resmi, tetapi juga setiap saat sesuai kebutuhan,” ujar Kendarisih di Ruang Pertemuan Bakesbangpol, hari-hari ini.
Dalam rakor tersebut, sejumlah isu strategis dibahas, di antaranya dinamika di media sosial terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), perkembangan pembentukan Koperasi Merah Putih yang telah berdiri sebanyak 176 unit, serta penegasan larangan pembangunan di atas Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD).
Forum juga menyoroti keberadaan sound horeg yang dinilai meresahkan masyarakat dan berpotensi merusak bangunan rumah warga. Untuk itu, diperlukan langkah sosialisasi dan penertiban secara terpadu oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala desa. Menjelang Bulan Suci Ramadan, peserta rakor turut menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenakalan remaja.
Sementara itu, Pasi Intel Kodim Demak, Kapten Arm Prih Wijiyono, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penertiban sound horeg. Ia juga mengingatkan potensi bencana alam akibat curah hujan yang masih tinggi, serta maraknya unggahan kondisi jalan rusak di media sosial yang dapat membahayakan pengguna jalan dan memicu persepsi negatif terhadap pemerintah.
Kasat Intelkam Polres Demak, AKP Mohammad Bisri, menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Demak secara umum masih kondusif. Namun, ia mengingatkan adanya sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, seperti peredaran minuman keras yang masih cukup tinggi, khususnya pada kegiatan hiburan dangdut.
Ia juga menyinggung pengalaman tahun 2024, di mana kegiatan membangunkan sahur saat Ramadan sempat berujung bentrok antarwarga hingga menimbulkan korban jiwa. Selain itu, kemunculan organisasi masyarakat baru yang belum jelas asal-usul dan legalitasnya, serta dinamika internal PWI LS yang terbelah menjadi dua kubu, turut menjadi perhatian aparat keamanan.
Dalam rakor tersebut, peran Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Demak juga menjadi sorotan, khususnya dalam pengelolaan dan klarifikasi isu di media sosial. Dinkominfo diharapkan memperkuat counter narasi terhadap hoaks serta mendukung diseminasi informasi resmi pemerintah daerah.
Selain itu, Dinkominfo diminta membantu menindaklanjuti akun media sosial yang berpotensi melanggar ketentuan, seperti bermuatan judi online dan pornografi, melalui mekanisme penghapusan sesuai prosedur. Adapun akun penyebar hoaks dapat ditangani melalui tahapan klarifikasi, verifikasi, dan rekomendasi penanganan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Sm)
