Demak Dikepung Banjir: Sungai Meluap, Tanggul Jebol, Ribuan Warga Terdampak

Petugas BPBD mengevakuasi balita saat banjir merendam permukiman warga di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Senin (16/2/2026). Banjir akibat luapan sungai dan hujan deras ini memaksa warga dievakuasi ke lokasi aman. Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Senin (16/2/2026). Luapan sungai akibat curah hujan tinggi yang diperparah air rob menyebabkan ribuan warga terdampak, ratusan rumah terendam, serta aktivitas masyarakat lumpuh di beberapa kecamatan.
Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Demak, wilayah terdampak banjir meliputi Kecamatan Sayung, Bonang, Guntur, Mranggen, hingga Kebonagung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, menegaskan bahwa upaya penanganan dilakukan secara maksimal sejak banjir terjadi.
“Kami terus mengerahkan mobile pump, melakukan pompanisasi, serta evakuasi warga di titik-titik yang paling parah terdampak banjir,” ujar Agus.
Kecamatan Sayung menjadi wilayah terdampak terluas. Di Desa Kalisari, banjir menggenangi jalan utama dengan ketinggian 20 hingga 60 sentimeter, sementara permukiman terendam hingga 45 sentimeter. Sebanyak 400 rumah dengan 1.200 jiwa terdampak, termasuk lahan sawah dan fasilitas umum.
Sementara itu di Desa Sayung, banjir merendam 958 rumah dan berdampak pada 1.232 kepala keluarga atau 4.090 jiwa. Air juga menggenangi tempat ibadah, sekolah, hingga area pemakaman.
“Wilayah Sayung merupakan daerah cekungan, ditambah rob tinggi, sehingga air sulit surut,” jelas petugas Pusdalops BPBD Demak.
Di Kecamatan Guntur, jebolnya tanggul Sungai Cabean B1 menyebabkan banjir masuk ke permukiman Desa Tlogoweru pada Senin dini hari. Sedikitnya 725 kepala keluarga terdampak, dengan ketinggian air di jalan mencapai 40 sentimeter.
“Debit air dari hulu sangat tinggi, tanggul tidak mampu menahan sehingga air meluap ke rumah warga,” kata Suprapto, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak.
Kondisi lebih parah terjadi di Kecamatan Kebonagung. Jebolnya tanggul Sungai Tuntang di dua titik membuat banjir mengarah ke permukiman warga dan menyebabkan jalur utama Semarang–Purwodadi lumpuh total.
“Arus lalu lintas tidak bisa dilalui karena genangan cukup dalam dan membahayakan pengguna jalan,” ungkap petugas di lapangan.
BPBD bersama unsur terkait terus melakukan evakuasi, pendirian dapur umum, pembersihan lumpur pascabanjir, serta distribusi logistik. Pompanisasi juga diintensifkan di Sayung dan wilayah lain untuk mempercepat surutnya air.
BPBD Kabupaten Demak mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca masih berpotensi hujan.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami minta masyarakat segera melapor jika kondisi air kembali naik,” pungkas Agus Sukiyono. (Sm)
