Status Tanggap Darurat Bencana Ditetapkan, Pemkab Demak Siagakan Dapur Umum

Bupati Demak Eisti'anah memastikan penyaluran bantuan terus berjalan selama Status Tanggap Darurat Bencana, termasuk penyediaan dapur umum bagi warga terdampak. Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Pemerintah Kabupaten Demak memastikan bantuan bagi warga terdampak banjir terus diberikan secara berkelanjutan. Tidak hanya bantuan makanan, pemerintah daerah juga melakukan pembersihan di wilayah yang terdampak banjir.
Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Demak terus memberikan dukungan penuh bagi warga terdampak, baik di lokasi pengungsian maupun di permukiman yang terendam banjir.
“Jadi kami mensuport Dinsos dalam memberikan bantuan baik berupa makanan dan fasilitas di tempat pengungsian, dan juga melakukan bersih-bersih daerah terdampak,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Sejak ditetapkannya Surat Keputusan Status Tanggap Darurat Bencana, Dinas Sosial Kabupaten Demak telah mendirikan dapur umum yang berlokasi di halaman Kantor Dinsos Demak. Dapur umum tersebut memproduksi sebanyak 2.500 bungkus makanan setiap hari yang dimasak oleh para relawan dan didistribusikan ke wilayah terdampak.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Demak, Agus Herawan, menjelaskan bahwa dapur umum mulai beroperasi sejak 16 Februari 2026, setelah dilaksanakan rapat kebencanaan bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Demak.
“Dapur umum kami sudah beroperasi, di mana setiap hari kami memasak 2.500 bungkus yang didistribusikan untuk masyarakat yang terkena banjir di Kebonagung dan Pilangwetan,” terangnya.
Ia menambahkan, pendistribusian makanan dilakukan tiga kali sehari. Sementara selama bulan Ramadan, pendistribusian akan disesuaikan menjadi dua kali, yakni saat sahur dan berbuka puasa.
“Dapur umum akan terus dibuka sampai memungkinkan untuk ditutup, nanti ketika sudah tidak ada pengungsi,” imbuhnya.
Dalam operasionalnya, dapur umum Dinsos melibatkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) serta menggandeng berbagai komunitas yang turut tergerak membantu, mulai dari pengolahan makanan hingga pendistribusian.
Salah satu relawan, Dhina Novita dari Pencinta Alam Demak (Pade), mengaku terjun langsung di dapur umum sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak banjir.
“Alhamdulillah, saya bersama teman-teman Pade bisa ikut serta. Saya hanya bisa memberikan tenaga lewat memasak, tidak bisa turun langsung ke lapangan, semoga bisa membantu meringankan,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, jumlah warga terdampak banjir di wilayah Kebonagung mencapai 697 kepala keluarga dengan total 2.322 jiwa. Sementara di Desa Pilangwetan, tercatat 101 kepala keluarga dengan jumlah 404 jiwa terdampak banjir. (Sm)
