Antrean SKCK Membludak, Warga Demak Keluhkan Fasilitas Minim

Ratusan warga mengantre di depan layanan SKCK Polres Demak, dengan kondisi berdesak-desakan dan kepanasan akibat lonjakan pemohon yang didominasi pelamar kerja. Foto: ist.
ARUSUTAMA.com – Ratusan warga memadati kantor pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Demak. Lonjakan pemohon terjadi sejak pagi hari dan terus meningkat hingga menjelang siang, menyebabkan antrean panjang hingga ke luar area pelayanan.
Sejak pukul 08.00 WIB, halaman kantor pelayanan sudah dipenuhi warga yang datang silih berganti. Antrean terlihat menumpuk di depan pintu masuk, bahkan meluber hingga ke luar gedung. Suasana pun tampak padat, dengan warga harus berdesak-desakan dan rela berpanas-panasan demi mendapatkan layanan.
Sejumlah pemohon terlihat duduk di teras dan tangga gedung untuk menunggu giliran, sementara lainnya mencari tempat teduh di bawah pepohonan sekitar lokasi. Meski demikian, tak sedikit warga yang tetap bertahan dalam barisan antrean meski harus berdiri dalam waktu lama di bawah terik matahari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lonjakan ini dipicu banyaknya warga yang mengambil SKCK, terutama yang sebelumnya telah mendaftar secara online. Hingga pukul 11.30 WIB, ratusan warga masih terlihat mengantre menunggu giliran.
Mayoritas pemohon diketahui mengurus SKCK untuk keperluan melamar pekerjaan, sehingga permintaan meningkat dalam waktu bersamaan.
Salah seorang pemohon, Lilik Wijayanti, mengaku harus menempuh perjalanan dari Mranggen untuk mengambil SKCK yang telah didaftarkan secara online. Ia mengaku tidak menyangka akan menghadapi antrean panjang.
“Kendalanya antrean pengambilan sangat banyak. Saya kira tidak terlalu ramai, ternyata membludak. Harapannya ada fasilitas yang lebih memadai supaya antrean lebih nyaman, tidak berdesak-desakan dan kepanasan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Lilik menambahkan, dirinya telah mengantre sejak pukul 08.30 WIB. “Saya bikin baru lewat online, pengambilannya di Polres. SKCK ini untuk keperluan melamar kerja,” imbuhnya.
Hal serupa disampaikan Ayu Dewi, warga lainnya, yang mengaku harus menunggu lebih dari tiga jam untuk mendapatkan SKCK. “Alhamdulillah sudah dapat, tapi tadi antre dari jam 08.00 WIB, panas-panasan dan berdesak-desakan,” katanya.
Warga pun berharap pihak kepolisian dapat meningkatkan fasilitas pendukung, seperti penambahan tempat duduk, perluasan area tunggu, serta penyediaan peneduh agar masyarakat lebih nyaman saat mengantre.
Selain itu, perbaikan sistem pelayanan juga diharapkan, khususnya bagi pemohon online, agar proses pengambilan dapat berjalan lebih cepat dan tidak menumpuk dalam satu waktu. Dengan pelayanan yang lebih tertata, antrean panjang diharapkan dapat diminimalisasi sehingga masyarakat memperoleh layanan yang lebih nyaman dan efisien. (Sm)
