Tanggul Tuntang Jebol, Banjir Kepung Demak, Warga Berlarian Selamatkan Diri

Banjir Demak Sungai Tuntang Jebol

Petugas gabungan mengevakuasi warga menggunakan perahu karet di tengah banjir yang merendam permukiman Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, Jumat (3/4/2026), akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang. Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Demak. Kali ini dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, pada Jumat (3/4/2026). Air yang meluap tidak hanya merendam permukiman di satu desa, tetapi meluas hingga ke sejumlah wilayah di tiga kecamatan.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak mencatat, tanggul jebol terjadi di dua titik, yakni Dukuh Solondoko dan Dukuh Solowere. Jebolnya tanggul diduga akibat tingginya intensitas hujan di wilayah hulu yang membuat debit air Sungai Tuntang meningkat tajam.

“Debit air yang tinggi membuat tanggul tidak mampu menahan, sehingga terjadi jebol di dua titik,” kata Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Sukiyono.

Di Kecamatan Guntur, banjir merendam empat desa, yakni Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, dan Sumberejo. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 100 sentimeter. Bahkan, di Dukuh Solondoko, empat rumah warga dilaporkan rusak akibat derasnya arus air.

Tak hanya itu, limpasan air juga menjangkau Kecamatan Karangtengah dan Wonosalam. Di Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, sedikitnya 150 rumah terdampak dengan total sekitar 600 jiwa. Dua tempat ibadah juga dilaporkan ikut terendam.

Sementara itu, di Desa Lempuyang, Kecamatan Wonosalam, banjir dengan ketinggian 20 hingga 30 sentimeter menggenangi permukiman warga. Hingga saat ini, pendataan jumlah kerugian dan rumah terdampak masih terus dilakukan.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Sosial, PMI, serta relawan telah diterjunkan ke lokasi. Evakuasi warga menjadi prioritas utama, disertai pendistribusian bantuan logistik dan penguatan tanggul darurat menggunakan karung pasir.

“Kami fokus pada evakuasi warga dan penanganan darurat di titik tanggul yang jebol,” ujar Agus.

BPBD juga memastikan sejumlah lokasi pengungsian telah disiapkan, di antaranya Balai Desa Trimulyo, Balai Desa Tlogorejo, Balai Desa Turitempel, hingga Kantor Kecamatan Guntur.

Meski demikian, kondisi di lapangan masih belum sepenuhnya aman. Debit air di sejumlah titik terpantau masih tinggi, khususnya di sekitar lokasi tanggul jebol. “Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan,” katanya.

Saat ini, kebutuhan mendesak meliputi normalisasi Sungai Tuntang, penguatan tanggul di titik rawan, serta bantuan logistik bagi warga terdampak.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, risiko luapan air masih bisa terjadi sewaktu-waktu. (Sm)