Perkuat Daya Tarik Wisata Konservasi, 1.250 Bibit Mangrove Ditanam di Sayung Demak

Forbisa tanam Mangrove Bedono Sayung Demak

Suasana penanaman 1.250 bibit mangrove oleh FORBISA bersama komunitas lingkungan di pesisir Demak, Jawa Tengah. Aksi ini sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis konservasi dan edukasi di Desa Wisata Bedono. Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Memperingati hari lahirnya (Harlah), Forum Bidikmisi dan KIP-K Sultan Agung (FORBISA) menggelar aksi nyata peduli lingkungan. Sebanyak 1.250 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Desa Wisata Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret menahan laju abrasi pantai yang kian mengancam wilayah pesisir tersebut.

Aksi hijau ini tidak dilakukan sendiri. FORBISA menggandeng berbagai elemen, mulai dari pengelola desa wisata, komunitas peduli lingkungan, relawan, hingga masyarakat setempat yang bahu-membahu menanam bibit di sepanjang garis pantai.

Perwakilan FORBISA, Fikri Cahyo Wicaksono, menegaskan bahwa perayaan hari lahir tahun ini sengaja dikemas berbeda. Pihaknya ingin momentum pertambahan usia organisasi diwujudkan melalui kontribusi langsung yang dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat dan alam sekitar.

“Peringatan hari lahir FORBISA tahun ini kami wujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi kelestarian lingkungan dan masyarakat pesisir,” ujar Fikri, Rabu (3/6/2026).

Inisiatif positif ini disambut hangat oleh Pengelola Desa Wisata Bedono, Agus Riyadi. Menurutnya, kehadiran ribuan mangrove baru ini tidak hanya menyelamatkan ekosistem pesisir dari gerusan air laut, tetapi juga menjadi modal besar bagi pengembangan potensi lokal.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Selain bermanfaat bagi ekosistem, penanaman ini mendukung penuh pengembangan Desa Wisata Bedono sebagai destinasi wisata konservasi dan edukasi lingkungan,” kata Agus.

Apresiasi senada juga datang dari Pemerintah Kabupaten Demak. Kepala Dinas Pariwisata (Dinparta) Demak, Endah Cahyarini, memberikan acungan jempol atas kepedulian generasi muda FORBISA.

Menurut Endah, penanaman mangrove merupakan langkah strategis jangka panjang. “Ini adalah langkah positif dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir, sekaligus memperkuat daya tarik Desa Wisata Bedono sebagai destinasi wisata berbasis konservasi yang berkelanjutan,” tuturnya secara terpisah.

Sinergi menyelamatkan pesisir Sayung ini tidak berhenti pada proses penanaman saja. Untuk membangun kesadaran kolektif, rangkaian acara juga diisi dengan sesi edukasi lingkungan kepada peserta dan warga.

Aksi kemudian ditutup dengan gerakan bersih-bersih pantai dari sampah plastik. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kawasan pesisir Bedono dapat tumbuh menjadi benteng alam yang kokoh sekaligus laboratorium alam yang lestari bagi generasi mendatang.