Tingkatkan Kompetensi Pendidik, Demak Gelar Diklat Lanjutan Guru PAUD

Diklat Guru Paud

Bupati Demak Eisti’anah bersama jajaran Dinas Pendidikan membuka Diklat Lanjutan Guru PAUD di Hotel Amantis Demak, Senin (8/9). Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Berjenjang Tingkat Lanjut bagi guru PAUD, TK, dan Kelompok Bermain (KB).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Amantis Demak ini bekerja sama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPD) Universitas PGRI Semarang (Upgris).

Sekitar 40 hingga 60 guru terpilih mengikuti angkatan pertama diklat tingkat lanjut ini, yang merupakan kelanjutan dari program diklat dasar yang telah digelar sebelumnya. Bupati Demak, Eisti’anah, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru PAUD menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

“Ini tentunya suatu keistimewaan. Setelah diklat dasar, kini kita masuk pada tahap lanjutan, dan selanjutnya akan ada tahap mahir. Ini bentuk perhatian kami terhadap kualitas guru PAUD, karena dari merekalah lahir generasi masa depan yang unggul,” ujar Eisti’anah dalam sambutannya, Senin (8/9/2025).

Ia menambahkan, perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut pendidik untuk adaptif dan kompeten.

“Anak-anak sekarang sejak dini sudah bisa mengakses informasi sendiri. Itu menjadi tantangan kita bersama agar kualitas pendidikan tetap terjaga,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Kabupaten Demak, Haris Wahyudi, menjelaskan bahwa diklat ini dirancang untuk meningkatkan profesionalisme guru. Materi yang diberikan meliputi kebijakan guru dan tenaga kependidikan, pengembangan perencanaan pembelajaran, pemberdayaan orang tua, layanan pembelajaran untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), deteksi dini tumbuh kembang anak, etos kerja dan etika pendidik, hingga pengembangan media serta strategi pembelajaran berbasis digital.

“Tujuan kegiatan ini adalah agar guru mampu menghadapi tantangan pembelajaran, merancang pengembangan pendidikan berbasis digital, serta meningkatkan produktivitas, kepercayaan diri, dan etos kerja,” kata Haris.

Selama enam hari, peserta akan mendapatkan sesi interaktif bersama narasumber dari LPD Upgris dan Dinas Pendidikan, tidak hanya berupa teori tetapi juga simulasi dan praktik pembelajaran. Setelah pelatihan, para guru akan memperoleh sertifikat serta diarahkan mengikuti program tindak lanjut berupa pendampingan di sekolah dan forum kolaborasi antarpendidik.

Pemkab Demak berharap, dengan terselenggaranya diklat lanjutan ini–mutu pendidikan anak usia dini di daerah semakin meningkat, sehingga mampu menyiapkan generasi yang cerdas, adaptif, dan berdaya saing di era digital. (Sm)