Geger Tuduhan Selingkuh Kepala Desa di Mranggen, Keluarga FT Angkat Bicara

Pihak keluarga dan perwakilan warga menandatangani surat klarifikasi serta saling memaafkan atas insiden kesalahpahaman yang terjadi di Desa Kebonbatur, Mranggen, Demak. Foto: ist.
ARUSUTAMA.com – Keluarga FT, warga Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, mengaku terpukul atas kesalahpahaman yang terjadi pada Minggu (30/11/2025) malam, ketika rumah mereka didatangi warga karena adanya dugaan perselingkuhan yang melibatkan Kepala Desa Bedono berinisial AS. Keluarga menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar dan telah mencoreng nama baik mereka.
Suami FT, Akmal, mengatakan bahwa AS merupakan kerabat dekatnya. Ia menyebut AS datang ke rumah semata-mata untuk mengantarkan obat bagi istrinya dan anaknya yang sedang sakit, sesuai permintaannya. Saat itu, Akmal sedang berada di luar kota karena pekerjaan.
“Saya dan Pak AS itu kakak sepupu. Saya yang minta tolong beliau untuk mengantarkan obat alergi buat istri saya dan obat untuk anak saya yang sakit. Jadi tidak ada hubungan apa-apa di luar itu,” ujar Akmal saat dimintai keterangan, Selasa (2/12/2025).
Menurut Akmal, kejadian bermula saat warga mendatangi rumah sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, FT berada di kamar bersama anaknya yang sedang sakit, sedangkan AS berada di ruang tamu untuk beristirahat sambil menunggu antrean pijat di tempat langganannya yang berada tak jauh dari rumah.
Akmal mengaku sangat terkejut ketika mendapat kabar bahwa peristiwa tersebut berkembang menjadi isu dugaan perselingkuhan. Bahkan, ia langsung memutuskan pulang dari Indramayu dengan pesawat demi mengklarifikasi kabar yang dinilainya telah mencemarkan kehormatan keluarganya.
“Saya heran dan kaget. AS itu keluarga saya sendiri. Kok bisa berkembang jadi isu selingkuh. Saya langsung pulang untuk meluruskan agar tidak terjadi fitnah,” tegasnya.
Pihak keluarga FT juga mengaku tertekan secara psikologis akibat peristiwa tersebut. Mereka merasa nama baik keluarga tercoreng di tengah masyarakat akibat kabar yang beredar sebelum klarifikasi resmi disampaikan.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui Unit Reskrim Polsek Mranggen telah memfasilitasi mediasi antara pihak keluarga, AS, serta warga. Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat bahwa peristiwa itu murni kesalahpahaman dan diselesaikan secara kekeluargaan dengan saling memaafkan.
Keluarga FT berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi dan tidak mudah menyimpulkan sesuatu tanpa memastikan kebenarannya agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
