Warga berharap Ada Operasi Pasar Minyak Goreng

SALATIGA – Warga mengeluhkan harga minyak goreng yang tak kunjung turun meski momentum natal dan tahun baru sudah dua pekan berlalu. Di Salatiga, harga migor mencapai Rp 20.000 per liter Sabtu, 15 Januari 2022.
Karenanya, warga berharap Pemkot Salatiga segera menggelar operasi pasar minyak goreng. Langkah tersebut guna meringankan beban masyarakat mengingat minyak goreng termasuk bahan kebutuhan pokok.
Atik Apriani (48), pemilik warung makan di Jalan Kauman Sidorejo Salatiga menyampaikan, tingginya harga migor yang tak kunjung turun kali ini membuatnya harus memutar otak. Untuk menghindari kerugian sekaligus menjaga pelanggannya tetap setia, ia memilih tidak menaikkan harga dagangan. Hanya saja ia terpaksa memperkecil ukuran berbagai macam gorengan yang dijualnya.
“Tempe, bakwan, tahu dan sebagainya, sekarang ukurannya terpaksa saya perkecil. Kalau ga gitu ya rugi,” ungkapnya.
Atik berharap Pemkot Salatiga segera menggelar operasi pasar. Apalagi saat ini iklim usaha di Salatiga dinilainya belum pulih. Semenjak pandemi usaha warungan sepi, kos-kosan ditinggalkan penghuninya yang rata-rata mahasiswa, serta laundry kehilangan banyak pelanggan.
“Tingginya harga migor memang benar-benar membuat kami terpukul. Terlebih usaha kami belum sepenuhnya bangkit. Karena itu kami berharap pemerintah segera menggelar operasi pasar agar beban kami sedikit ringan,” harapnya.
Sementara itu, Santi (46) warga Argomas Argomulyo Salatiga merasa ada yang tak wajar dengan tingginya harga minyak goreng kali ini. Menurutnya, tahun-tahun lalu harga minyak goreng tinggi hanya pada saat natal dan tahun baru.
“Kali ini kok ga wajar. Natal dan tahun baru sudah kelewat lama tapi harga minyak goreng stabil tinggi. Mudah-mudahan tak lama lagi harga migor turun,” kata Santi. (Anang)
