Surplus Rp 1,5 Miliar, Bupati Demak Bangga dengan Pencapaian Bumdesma Dempet

Bupati Demak Hj Eisti'anah saat menghadiri penyerahan simbolis dana sosial di Balai Desa Kedungori, Dempet, Kamis (23/11). Foto: ist.
Demak, arusutama.com – Bupati Demak Hj Eisti’anah bangga dengan pencapaian badan usaha milik desa bersama (Bumdesma) kecamatan Dempet lantaran bisa mencapai surplus Rp 1,5 Miliar pada tahun 2023. Ia juga memuji akan keberhasilan pengelolaan Bumdesma Dempet yang berjalan dengan baik dengan kolaborasi serta kerjasama semua pihak.
“Saya bangga dengan pengelolaan Bumdesma Dempet ini hingga bisa mencapai surplus milyaran,” ujar Eisti saat berikan sambutan dalam giat Sosial UPK surplus 2022 di Pendopo Kedungori Dempet Demak, Kamis (23/11/2033).
Dari keuntungan tersebut, Bumdesma Dempet menyalurkan dana sosial sebesar Rp 187 juta kepada anak yatim, difabel, warga lanjut usia, dan guru Madrasah Diniyah (Madin) yang tersebar di 16 desa. Dari dana sosial yang dialokasikan, Eisti meyakini akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Dempet.
Bumdesmas merupakan penyertaan saham pemerintah desa yang berasal dari kekayaan desa melalui APBDesa yang dinamakan investasi permanen pemerintah desa. Ia berharap tidak ada lagi warga miskin di kabupaten Demak, khususnya di Dempet. Dan, bagi kecamatan lain bisa mengikuti kesuksesannya.
“Mari! terus bersinergi dengan Pemkab Demak khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting,” ajak Bupati Demak.
Sementata itu, Direktur Bumdesma Dempet Andika Wisnu Murti mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Ia bercerita Bumdesma Dempet berdiri sejak tahun 2001, saat itu pihaknya mendapat anggaran sekitar 200 juta yang merupakan gabungan dari 16 desa yang ada di kecamatan Dempet.
Perusahaan yang bergerak dalam bidang simpan pinjam tersebut, saat ini total asetnya sudah mencapai Rp 17,2 miliar dan pada tahun 2019, Bumdesma Dempet menduduki peringkat pertama dengan aset tertinggi se-Jawa Tengah.
“Tahun 2019 aset kita tertinggi se-Jawa Tengah, mencapai Rp 14 miliar. Di Demak kita selalu tertinggi,” pungkasnya. (Sam)
