Buruh Demak Serukan 9 Tuntutan di Hari Buruh, Pemerintah Fasilitasi Ruang Aspirasi

Demo Buruh

Ribuan buruh padati Sport Center Demak peringati hari Buruh Internasional (Mayday), Kamis (1/5/2025). Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Ribuan buruh dari berbagai wilayah di Kabupaten Demak memadati kawasan Sport Center dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Kamis (1/5/2025).

Kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan jalan sehat bersama Bupati Demak Eisti’anah dan jajaran Forkopimda, mengusung tema “Sinergi bersama antara pemerintah, pengusaha dan pekerja untuk Demak semakin bermartabat, maju dan sejahtera.”

Rute jalan sehat dimulai dari Sport Center Demak menuju Jalan Sultan Fatah, Jalan Bhayangkara, jalan tembus SMK N 2, Jalan Sultan Hadiwijaya, dan kembali finish di Jalan Teuku Umar.

Dalam sambutannya, Bupati Eisti’anah mengucapkan selamat Hari Buruh kepada para pekerja dan menegaskan bahwa Pemkab Demak mendukung penuh kegiatan yang mempererat hubungan antara buruh, pemerintah, dan pengusaha.

“Kegiatan ini bukan untuk membungkam, justru kami memberikan ruang bagi teman-teman buruh untuk menyampaikan aspirasinya secara terbuka melalui orasi,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan jalan sehat tak hanya menyenangkan, namun juga menyehatkan fisik dan mental para peserta. Selain itu, Pemkab Demak memfasilitasi kegiatan ini dengan bekerja sama bersama Dinnakerind dan APINDO serta menyediakan berbagai door prize menarik.

Kepala Dinnakerind Demak, Agus Kriyanto, menyampaikan bahwa sebanyak 18 ribu kupon undian telah dicetak, dengan 15 ribu di antaranya didistribusikan kepada para pekerja, dan 3 ribu sisanya dibagikan kepada masyarakat umum.

“Kami bagikan kupon di rute jalan sehat seperti di SMK N 2, agar peserta mengikuti jalan sehat terlebih dahulu,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sudah dua kali digelar sejak pandemi, dan panggung hiburan juga disediakan khusus bagi para buruh untuk berorasi.

Ketua DPD KSPN Demak, Jayus, menjadikan May Day sebagai momentum penting untuk menyuarakan persoalan ketenagakerjaan yang belum terselesaikan. Ia menyebut masih banyak perusahaan yang melakukan PHK sepihak, praktik outsourcing, hingga belum menerapkan UMK.

“Kami ingin Forkopimda mendengar langsung melalui mimbar ini, agar buruh lebih sejahtera,” katanya.

DPC Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (SP KEP) Kabupaten Demak, Poyo Widodo, juga turut bersuara melalui orasi yang disampaikan. Ia membawa sembilan tuntutan yang terangkum dalam Nawa Prarthana atau Sembilan Doa dan Harapan Buruh Jawa Tengah. Tuntutan tersebut meliputi:

Tolak sistem kerja outsourcing, stop PHK dan bentuk Satgas PHK, lindungi buruh dengan pengesahan UU Ketenagakerjaan baru sesuai amanat putusan MK No. 168/PUU-XXI/2023, tolak revisi SK UMSK Kabupaten Demak tahun 2025, tolak kriminalisasi aktivis buruh, sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), berantas korupsi dengan mengesahkan RUU Perampasan Aset, tetapkan UMSK di seluruh kabupaten/kota Jawa Tengah, serta perkuat dan optimalkan Desk Ketenagakerjaan.

“Tidak ada pembangunan kecuali untuk memajukan kesejahteraan umum, tidak ada politik kecuali untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, karena tidak ada orang miskin kecuali yang dimiskinkan,” tegas Poyo.

Dalam orasinya, para buruh juga membentangkan berbagai spanduk tuntutan seperti “Tindak Pelaku Union Busting”, “Lindungi Hak-hak Pekerja”, dan “Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah.”

Selain menyampaikan aspirasi, para buruh juga menikmati hiburan musik dan undian door prize yang menyediakan berbagai hadiah menarik mulai dari sepeda, TV, mesin cuci, kulkas hingga hadiah utama sepeda motor. Kehadiran para pedagang UMKM yang laris manis di lokasi acara turut menambah semarak sekaligus menjadi angin segar bagi pelaku usaha lokal di Demak. (Sm)