Rob Kepung Jalur Pantura, Kendaraan Rusak dan Lalu Lintas Tersendat

Banjir Rob Sayung Demak

Genangan rob kembali rendam jalur pantura Demak, lalu lintas tersendat dan pengendara terpaksa menerobos air, Selasa (1/7/2025). Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Bencana rob yang terus melanda kawasan pesisir utara Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Demak, semakin tahun, dampaknya semakin parah. Genangan air laut yang nyaris tak pernah surut ini tak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada kendaraan dan infrastruktur jalan. Warga pun mendesak pemerintah agar segera melakukan penanganan serius dan menyeluruh.

Seorang warga Semarang yang bekerja di salah satu pabrik elektronik di wilayah Demak, Tri Haryono (36), mengaku motornya kini sering mogok akibat setiap hari terpapar rob. Genangan air yang mencapai tinggi lutut harus ia hadapi setiap kali berangkat dan pulang kerja.

“Sudah setahun ini saya lewat jalur yang sama dan setiap hari kena rob. Awalnya saya pikir motor saya masih kuat, tapi lama-lama mesinnya mulai bermasalah. Performanya berkurang, dan sekarang sudah sering mogok. Padahal saya pakai motor itu buat kerja,” keluh Tri saat ditemui, Selasa (1/7/2025).

Tak hanya masalah kendaraan, jalanan yang licin dan tertutup air juga menjadi momok bagi pengendara. Menurut Tri, beberapa warga bahkan sudah menjadi korban karena jatuh tergelincir.

“Sudah ada beberapa orang yang jatuh karena jalanan licin dan tidak terlihat karena tertutup air. Ini sangat berbahaya. Harapan saya, pemerintah jangan hanya menunggu, tapi benar-benar bergerak. Ini butuh penanganan cepat dan tuntas,” tegasnya.

Pemerintah pusat memang telah menggulirkan proyek pembangunan tanggul laut (giant sea wall) sebagai solusi jangka panjang. Namun, menurut warga, dampaknya belum benar-benar terasa di lapangan. Warga meminta agar proyek tersebut dipercepat dan dilengkapi dengan penataan infrastruktur jalan yang rusak akibat genangan berkepanjangan.

“Jangan sampai tunggu korban jiwa dulu baru ditindak. Ini soal keselamatan dan kelangsungan hidup warga. Kami hanya ingin bisa bekerja dan beraktivitas dengan aman,” tambah Tri.

Tri juga menekankan bahwa penanganan rob harus menyeluruh. Bukan hanya pembangunan besar, tapi juga menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat sehari-hari.

“Rob ini bukan cuma persoalan banjir. Ini tentang hak warga untuk bisa hidup aman dan nyaman. Pemerintah harus bisa gabungkan solusi jangka pendek dan panjang,” tutupnya. (Sm)