BPBD Demak Perkuat Desa Tanggap Bencana, Lima Wilayah Baru Siap Dibentuk

BPBD Demak gelar FGD penyusunan Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) di RM Malaya, Wonosalam, Selasa (21/10/2025). Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak terus bergerak memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) membahas penyusunan Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana (RPKB) di RM Malaya, Botorejo, Kecamatan Wonosalam, Selasa (21/10/2025).
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Demak, Rezki Sulistyanto, mengatakan pembentukan Desa Tanggap Bencana (Destana) sebagai prioritas utama tahun ini.
“Tahun 2024 kami sudah punya 37 Destana. Tahun ini targetnya lima desa lagi, dua sudah terbentuk, tiga sisanya segera menyusul,” jelas Rezki.
Menurutnya, program Destana merupakan bagian dari program unggulan Bupati Demak untuk memperkuat desa rawan bencana agar lebih tangguh dan mandiri. Saat ini, dari total 127 desa yang masuk kategori rawan bencana, BPBD terus mendorong pembentukan desa tanggap di setiap wilayah.
“Destana ini bertingkat, mulai dari Pratama, Madya, hingga Utama. Kita bentuk dulu, lalu terus dipantau agar berkembang,” tambahnya.
Rezki mencontohkan Desa Mintreng di Kecamatan Kebonagung, yang kini sudah mandiri dan mampu melakukan evakuasi secara mandiri saat bencana terjadi.
“Kami berharap setiap desa bisa seperti Desa Mintreng–siap, tanggap, dan mandiri minimal sampai bantuan datang,” tegasnya.
Sementara itu, Zela Septikasari, narasumber sekaligus Fasilitator Nasional BNPB, menyoroti pentingnya edukasi dan komunikasi risiko kepada masyarakat.
“Data risiko seperti pergerakan tanah dan banjir seharusnya disampaikan secara terbuka lewat program KIE dari BPBD dan dinas terkait. Masyarakat harus tahu wilayahnya rawan bencana agar bisa melakukan langkah antisipasi,” jelasnya.
Zela juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana.
“Koordinasi multipihak itu kunci. Sebelum, saat, dan setelah bencana, semua pihak harus bergerak bersama agar penanganannya efektif dan efisien,” pungkasnya. (Sam)
