Ketua DPRD Demak Ajak Doakan Keselamatan Bangsa Lewat Mujahadah Sambut Bulan Rajab

Mujahadah untuk Bangsa

Mujahadah dan istigasah malam 1 Rajab 1447 Hijriah di Rumah Dinas Ketua DPRD Demak, Jalan Sultan Hadiwijaya, Kecamatan Demak, Sabtu (20/12/2025). Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Ketua DPRD Kabupaten Demak, Zayinul Fata, mengajak masyarakat untuk memperkuat ikhtiar spiritual dengan memperbanyak doa demi keselamatan bangsa dan negara. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan mujahadah dan istigasah yang digelar Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Demak dalam rangka menyambut datangnya bulan Rajab 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dinas Ketua DPRD Demak itu diisi dengan pembacaan Selawat Nariyah sebanyak 4.444 kali, yang diikuti oleh para santri, pengurus ranting PKB se-Kabupaten Demak, serta masyarakat sekitar.

Ketua DPC PKB Demak, Zayinul Fata, mengatakan bahwa pembacaan Selawat Nariyah tersebut merupakan ijazah dari kiainya dan menjadi amalan yang rutin dilakukan untuk mendoakan bangsa.

“Pembacaan 4.444 kali Selawat Nariyah merupakan ijazah dari kiai saya,” ujar Zayin yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Demak, Minggu (21/12/2025)

Menurutnya, mujahadah ini diniatkan sebagai doa bersama agar Indonesia dijauhkan dari berbagai marabahaya dan bencana yang tengah melanda sejumlah wilayah.

“Kita baca Selawat Nariyah ini mudah-mudahan Allah menjauhkan negeri ini dari segala marabahaya dan bencana alam, serta segera mengangkat musibah-musibah yang ada,” tuturnya.

Ia juga berharap doa tersebut membawa keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia agar hidup dalam keadaan aman, nyaman, dan sejahtera.

“Semoga bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, selalu dalam lindungan Allah dan diberi kesejahteraan,” imbuhnya.

Selain pembacaan selawat, kegiatan juga diisi dengan manakib Syekh Abdul Kadir Jailani sebagai bagian dari tradisi keagamaan warga Nahdlatul Ulama (NU).

“Manakib Syekh Abdul Kadir itu berisi sejarah beliau sebagai waliyullah. Ini bagian dari amalan warga Nahdliyin untuk menguatkan amaliyah keagamaan,” jelas Zayin.

Zayin menegaskan, ikhtiar spiritual melalui doa dan mujahadah merupakan bentuk dukungan masyarakat NU terhadap upaya pemerintah dalam membantu rakyat, baik dalam situasi bencana maupun kondisi sosial lainnya.

“Di tengah pemerintah yang terus berusaha membantu masyarakat, sebagai warga NU kami mengajak kaum muslimin untuk tidak pernah melupakan doa kepada Allah SWT,” pungkasnya. (Sm)