Lahan Pertanian Terancam Rob, Petani Bonangrejo Dibekali Teknologi Pertanian Cerdas Iklim

Pelatihan Pertanian Organik Pemdes Bonangrejo Demak

Pemerintah Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang, Demak, menggelar pelatihan pembuatan pupuk ramah lingkungan bagi petani di Aula Balai Desa Bonangrejo, Rabu (24/12/2025), sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian di tengah dampak rob dan perubahan iklim. Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Bonangrejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, menggelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Ramah Lingkungan bagi para petani. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Desa Bonangrejo, Rabu (24/12/2025), sebagai upaya menjawab persoalan lahan pertanian yang terdampak rob.

Kepala Desa Bonangrejo, M. Asnawi, mengatakan bahwa pelatihan ini difokuskan pada penanganan lahan pertanian yang saat ini sulit surut akibat genangan air rob, sehingga berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian.

“Pelatihan ini lebih mengarah pada penanganan lahan pertanian yang sekarang terkena dampak rob, air tidak bisa surut di lahan pertanian. Semoga dari pertemuan ini bisa menghasilkan banyak solusi terkait penanganan lahan yang sudah mulai tidak produktif,” ujar Asnawi.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bonang, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Khoirul Miftah. Dalam pemaparannya, ia mengangkat tema Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan Teknologi CSA (Climate Smart Agriculture).

Miftah menjelaskan bahwa Pengelolaan Tanaman Terpadu merupakan inovasi untuk meningkatkan produktivitas padi yang bersifat spesifik lokasi, bergantung pada permasalahan yang dihadapi petani di lapangan.

“PTT bertujuan meningkatkan produksi dan produktivitas padi, menaikkan pendapatan serta kesejahteraan petani, sekaligus memperbaiki kondisi lahan agar sistem produksi pertanian menjadi lebih mantap,” jelasnya.

Ia menambahkan, komponen teknologi PTT meliputi penggunaan varietas unggul baru, benih bermutu dan bibit sehat, penyiapan lahan yang optimal, penanaman bibit muda, pengaturan cara tanam, pemberian kompos atau bahan organik, pemupukan sesuai kondisi lahan, pengaturan pengairan yang benar, hingga perbaikan penanganan panen dan pascapanen.

Selain PTT, peserta juga dibekali pemahaman tentang CSA atau Pertanian Cerdas Iklim. Menurut Miftah, CSA merupakan strategi pengembangan pertanian modern berbasis teknologi ramah lingkungan untuk menghadapi Dampak Perubahan Iklim (DPI).

“CSA bertujuan meningkatkan produksi, produktivitas, dan intensitas tanam, sekaligus menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) agar pertanian tetap berkelanjutan,” imbuhnya.

Pelatihan ini juga menghadirkan narasumber dari Kelompok Tani Sarwo Tulus (KTST) Kabupaten Demak, Abdul Latif dan Ahmad Munif. Keduanya memperkenalkan gerakan pertanian organik yang diinisiasi oleh NU Jawa Tengah.

“KTST merupakan gerakan pertanian organik untuk membangkitkan kembali kemandirian, kejujuran, dan kearifan lokal petani Demak, dengan fokus pada pertanian sehat dan lestari serta edukasi lingkungan,” kata Abdul Latif.

Dalam kesempatan tersebut, para petani juga dibekali praktik pembuatan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama, seperti ulat grayak. Beberapa bahan alami yang diperkenalkan antara lain daun pepaya dan tembakau, bawang putih dan cabai, serta daun mimba, yang dinilai efektif dan ramah lingkungan jika digunakan secara rutin.

Pemdes Bonangrejo berharap, melalui pelatihan ini–para petani mampu menerapkan teknologi pertanian ramah lingkungan dan adaptif terhadap perubahan iklim, sehingga lahan pertanian yang terdampak rob tetap dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan. (Sam)