Diterjang Ombak dan Cuaca Ekstrem, Jalan Bedono Sayung Putus, 13 KK Terisolir

Kondisi jalan menuju Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak, tampak rusak parah dan terputus akibat diterjang ombak laut dan cuaca ekstrem, sehingga akses warga lumpuh dan sejumlah kepala keluarga terisolasi, Minggu (11/1/2026). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Akses jalan umum menuju Dukuh Tambaksari RT 01 RW 04, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, mengalami kerusakan parah akibat cuaca ekstrem dan terjangan ombak laut. Kondisi tersebut membuat jalan tidak bisa dilalui dan menyebabkan warga setempat terisolir.
Kepala Dusun (Kadus) Tambaksari, Khumaidi, mengatakan kerusakan jalan terjadi akibat angin kencang yang disertai gelombang laut tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Ombak laut menghantam badan jalan hingga merusak struktur cor dan batuan penopang.
“Cuaca ekstrem dan angin kencang disertai ombak laut menyebabkan jalan rusak parah sampai tidak bisa dilewati sama sekali,” ujar Khumaidi, Minggu (11/1/2026).
Padahal, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses darat bagi warga untuk menuju rumah, tempat ibadah, serta jalur menuju sekolah. Akses alternatif hanya bisa dilalui melalui jalur laut menggunakan perahu, namun dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat, warga mengaku tidak berani melintas.
Akibat rusaknya jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer dengan lebar sekitar tiga meter itu, sebanyak 13 kepala keluarga (KK) di dukuh tersebut terpaksa terisolir. Jalan dilaporkan sudah tidak bisa dilalui selama lebih dari satu pekan terakhir.
“Yang berani lewat hanya laki-laki atau para suami. Mereka nekat berjalan kaki menerobos jalan yang tergenang air laut untuk belanja kebutuhan sehari-hari,” jelas Khumaidi.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jalan sangat memprihatinkan. Banyak bagian jalan yang pecah, dipenuhi serpihan batu, cor, dan padas. Bahkan di beberapa titik, jalan terputus dan hilang tertutup air laut meski sudah dipasang tancapan bambu di sisi jalan sebagai penahan.
Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas pendidikan. Anak-anak terpaksa tidak berangkat sekolah karena akses jalan terputus dan dinilai berbahaya jika dipaksakan.
“Anak-anak tidak sekolah sementara waktu. Daripada memaksa lewat dan membahayakan keselamatan mereka,” tambahnya.
Khumaidi berharap pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan dan melakukan perbaikan jalan agar akses warga dapat kembali normal.
“Kami mohon pemerintah segera memperbaiki jalan ini,” harapnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan relokasi warga mengingat lokasi dukuh yang dikepung laut dan rawan bahaya, Khumaidi mengaku belum mengetahui adanya tawaran atau rencana tersebut dari pemerintah.
“Saya kurang tahu kalau soal relokasi,” pungkasnya. (Sam)
