Banjir Rendam Lima Kecamatan di Demak, Lebih dari 10.000 Jiwa Terdampak

IMG-20260115-WA0033

Petugas BPBD Kabupaten Demak memantau kondisi banjir yang merendam permukiman warga di Desa Jatimulyo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Kamis (15/1/2026). Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak akibat curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus, diperparah oleh buruknya sistem drainase serta pengaruh air laut pasang (rob).

Berdasarkan laporan periodik Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Demak, banjir tercatat terjadi di lima kecamatan dengan ribuan rumah warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya penanganan darurat di lokasi terdampak banjir.

“BPBD Kabupaten Demak terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak, mulai dari pengoperasian pompa air, pendistribusian logistik, hingga kesiapsiagaan personel di lapangan,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).

Kecamatan Sayung menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Di Desa Kalisari, banjir menggenangi jalan utama dengan ketinggian air mencapai 20–40 sentimeter, sementara permukiman warga terendam hingga 10 sentimeter. Sebanyak 668 rumah terdampak dengan 963 kepala keluarga atau 3.854 jiwa. Selain itu, 200 hektare sawah, enam masjid, dan 10 sekolah turut terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto, menjelaskan bahwa banjir di wilayah tersebut disebabkan kombinasi hujan deras dan kondisi geografis wilayah.

“Kecamatan Sayung merupakan daerah cekungan. Saat curah hujan tinggi bersamaan dengan rob, air tidak bisa mengalir ke Sungai Dombo sehingga terjadi limpasan ke permukiman dan jalan,” jelasnya.

Masih di Kecamatan Sayung, Desa Sayung mencatat 1.195 rumah terendam dengan jumlah warga terdampak mencapai 1.495 KK atau 4.958 jiwa. BPBD bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Tengah telah mengoperasikan mobile pump untuk mempercepat surutnya genangan air. Saat ini, kondisi banjir di wilayah tersebut dilaporkan mulai mengalami tren penurunan.

Di Kecamatan Demak, banjir melanda Kelurahan Betokan, Desa Karangmlati, dan Kelurahan Mangunjiwan akibat meningkatnya debit Sungai Kalijajar serta tidak berfungsinya pintu air pembuangan. BPBD telah menyalurkan dua unit mesin alcon serta karung zak untuk penanganan sementara.

Sementara itu, banjir di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, masih menunjukkan tren kenaikan. Sebanyak 1.932 rumah terendam dengan total 6.129 jiwa terdampak.

“Aliran sungai avour menuju Sipon Gajah tidak berjalan normal, sehingga air meluap ke jalan dan permukiman warga,” kata Suprapto.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Bonang dan Mijen dengan genangan air di sejumlah ruas jalan utama dan permukiman warga, serta berdampak pada fasilitas pendidikan, kesehatan, dan perkantoran.

BPBD Kabupaten Demak menegaskan akan terus bersiaga selama musim penghujan berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi, dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” pungkas Agus Sukiyono. (Sam)