Sedekah Bumi Bonangrejo Angkat Lakon “Wahyu Sandang Pangan”, Doa Kemakmuran untuk Warga

Pagelaran wayang kulit lakon “Wahyu Sandang Pangan” resmi digelar dalam rangka Sedekah Bumi Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Rabu (13/5/2026) malam. Acara ini menjadi simbol doa dan harapan masyarakat untuk kemakmuran, kecukupan sandang pangan, serta keberkahan hasil bumi. Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Tradisi Sedekah Bumi di Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, tahun 2026 dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit bertajuk “Wahyu Sandang Pangan”. Kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus doa bersama demi kesejahteraan desa, di halaman Balai Desa Bonangrejo, Rabu Kliwon (13/5/2026).
Lakon “Wahyu Sandang Pangan” dipilih karena sarat makna filosofis tentang harapan masyarakat akan tercukupinya kebutuhan pangan dan sandang, serta terhindarnya warga dari kemiskinan dan kesulitan hidup. Cerita ini menggambarkan turunnya berkah dan restu Ilahi kepada pemimpin yang adil dan peduli terhadap rakyatnya.
Ketua panitia, A. Ghufron Nur, menjelaskan bahwa lakon tersebut sangat relevan dengan tradisi sedekah bumi yang selama ini menjadi warisan budaya masyarakat Bonangrejo.
“Cerita ini mengandung doa dan harapan agar masyarakat Bonangrejo diberikan keberkahan hasil bumi, kecukupan pangan, serta kehidupan yang makmur dan tenteram,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Dalam kisah pewayangan tersebut, tokoh Dewi Sri digambarkan sebagai simbol pangan dan kesuburan, sedangkan Raden Sadana melambangkan sandang dan kemakmuran materi. Keduanya menjadi sumber kesejahteraan bagi rakyat.
Cerita juga menghadirkan perjalanan para ksatria dan Punakawan dalam menjaga wahyu agar tidak jatuh ke tangan pihak yang serakah. Nilai moral yang diangkat antara lain pentingnya menjaga keselarasan dengan alam, kepemimpinan yang adil, serta rasa syukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa.
Kepala Desa Bonangrejo, H.M. Asnwi, berharap kegiatan budaya tersebut mampu mempererat kebersamaan warga sekaligus melestarikan tradisi leluhur yang penuh nilai kearifan lokal.
“Semoga Bonangrejo menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi, masyarakatnya tercukupi sandang dan pangan, serta selalu diberi keberkahan,” ungkapnya.
Pagelaran wayang kulit dalam rangka Sedekah Bumi Bonangrejo ini dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Bonang dan sekitarnya. (Sm)
