Mendikdasmen dan Bupati Demak Resmikan SD Negeri 2 Wonorejo Hasil Revitalisasi

Bupati Demak Eisti’anah bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan gedung hasil revitalisasi SD Negeri 2 Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Demak, sebagai upaya menghadirkan sekolah yang aman dari banjir. Foto: ist.
ARUSUTAMA.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan bangunan hasil revitalisasi SD Negeri 2 Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu, (3/1/2026).
Sekolah tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir yang melanda wilayah setempat pada 2024.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti, dilanjutkan pemotongan pita bersama Bupati Demak Eisti’anah di depan tangga menuju bangunan sekolah yang dirancang berbentuk panggung. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin.
“Alhamdulillah, hari ini kami meresmikan gedung revitalisasi SD Negeri Wonorejo 2. Sekolah ini menarik karena model bangunannya berbentuk panggung, dan ini satu-satunya yang saya kunjungi dengan desain seperti ini,” ujar Abdul Mu’ti usai peresmian.
Ia menjelaskan, desain bangunan panggung menjadi solusi agar aktivitas belajar-mengajar tidak lagi terdampak rob maupun banjir yang kerap terjadi di wilayah pesisir Demak. Selain itu, ia mengapresiasi pelaksanaan program revitalisasi yang dinilai akuntabel dan transparan.
“Kepala sekolah menyampaikan bahwa pembangunan telah selesai 100 persen, dan masih terdapat sisa anggaran yang dikembalikan ke kas negara. Ini menunjukkan pelaksanaan program yang sangat baik dan transparan,” katanya.
Revitalisasi SD Negeri 2 Wonorejo dilaksanakan secara swakelola dengan total anggaran sebesar Rp2,229 miliar. Secara nasional, program revitalisasi sekolah tahun 2025 mencakup 16.175 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp16,9 triliun, dan progres penyelesaiannya telah mencapai sekitar 95 persen.
“Khusus di Kabupaten Demak, terdapat 110 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK yang menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran Rp77,74 miliar,” tambah Abdul Mu’ti.
Selain meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, program revitalisasi juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal. Setiap sekolah melibatkan minimal 10 hingga 20 warga sekitar, sehingga turut menggerakkan perekonomian lokal melalui penggunaan tenaga kerja dan belanja material di toko setempat.
Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 2 Wonorejo, Saeronzi, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan revitalisasi tersebut. Menurutnya, sekolah mengalami banjir sebanyak dua kali pada 2024 yang menyebabkan banyak fasilitas rusak dan tidak layak digunakan.
“Dengan adanya revitalisasi ini, bangunan sekolah menjadi lebih aman dan nyaman. Warga sekitar juga terbantu karena dilibatkan dalam pekerjaan pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah berharap program revitalisasi sekolah dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Ia mengakui keterbatasan anggaran daerah membuat perbaikan sekolah rusak sangat bergantung pada dukungan pemerintah pusat.
“Pada 2025 ada 89 titik sekolah SD dan SMP di Demak yang dibantu melalui program revitalisasi dari pemerintah pusat. Untuk tahun berikutnya, kami juga telah mengusulkan perbaikan sekolah rusak melalui aplikasi yang tersedia,” pungkasnya.
