Resmikan SPPG Jatisono, Wabup Demak Tegaskan Komitmen Lawan Stunting

Peresmian Dapur MBG

Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin bersam Forkopimda meresmikan Grand Opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatisono di Desa Jatisono, Kecamatan Gajah, sebagai upaya memperkuat layanan gizi dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin meresmikan Grand Opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Jatisono di Desa Jatisono, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Kamis (15/1/2026).

Kehadiran SPPG ini diharapkan mampu memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi masyarakat.

SPPG Jatisono difokuskan untuk melayani kelompok rentan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak-anak. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Muhammad Badruddin menyampaikan apresiasi atas berdirinya SPPG tersebut yang dinilai sebagai langkah strategis dalam mendekatkan layanan gizi kepada masyarakat.

Menurutnya, pemenuhan gizi merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Masalah stunting, anemia, dan kekurangan gizi kronis masih menjadi tantangan serius. Karena itu, keberadaan SPPG menjadi upaya nyata dan sangat penting untuk menjawab persoalan tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan, SPPG tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pendampingan masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang sejak dini. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta menjalankan pengelolaan SPPG secara cermat dan bertanggung jawab, mulai dari tahap perencanaan hingga pengawasan.

Wabup Badruddin juga menyoroti pentingnya kualitas bahan pangan yang digunakan. Ia meminta agar para pemasok menyediakan bahan pangan yang aman, berkualitas, dan bergizi, serta mengutamakan produk lokal. Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Demak untuk melibatkan petani dan pelaku UMKM lokal, sehingga program pemenuhan gizi juga berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat.

Selain kualitas pangan, aspek kebersihan dan pengelolaan limbah turut menjadi perhatian. Pengelolaan sisa makanan dan limbah dapur SPPG harus dilakukan secara ramah lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi siswa penerima manfaat. Ia mengingatkan agar makanan yang didistribusikan benar-benar layak konsumsi, tepat waktu, dan tetap segar.

“Distribusi tidak boleh terlambat. Jangan sampai kejadian di daerah lain terulang di Demak. Saya ingin seluruh penerima MBG mendapatkan yang terbaik, baik dari kualitas menu, kandungan gizi, maupun kelancaran pelaksanaannya,” tegasnya.

Melalui keberadaan SPPG, Pemerintah Kabupaten Demak berharap adanya pengawasan, evaluasi, dan pendampingan yang berkelanjutan, sehingga program pemenuhan gizi dapat memberikan manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati Demak menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program Makan Sehat Bergizi di Kabupaten Demak, serta mengapresiasi keterlibatan warga dan pelaku usaha lokal yang turut menggerakkan perekonomian daerah.

“Sinergi dan kolaborasi ini semoga terus terjaga demi mewujudkan Demak yang semakin bermartabat, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.