Bupati Eisti’anah Minta TPID Waspadai Kenaikan Harga Jelang Idul Fitri

Bupati Demak Eisti’anah memimpin High Level Meeting pengendalian inflasi di Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan jelang Idul Fitri 1447 H di Gedung Gradhika Bina Praja. Foto: ist.
ARUSUTAMA.com – Pemerintah Kabupaten Demak menggelar High Level Meeting (HLM) untuk pengendalian inflasi di Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan jelang Idul Fitri 1447 H/2026 M. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Demak Eisti’anah di Gedung Gradhika Bina Praja.
Pertemuan ini sebagai forum koordinasi, evaluasi, serta pengambilan langkah konkret guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat di Kabupaten Demak selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Demak, Ahmad Nur Azizul Miftah, dalam laporannya menyampaikan perkembangan inflasi terbaru. Ia menjelaskan bahwa pada Februari 2026, inflasi nasional tercatat sebesar 4,76 persen, sementara inflasi di Jawa Tengah berada pada angka 4,43 persen.
“Karena Kabupaten Demak mengacu pada pergerakan inflasi Kota Semarang, maka peningkatan tersebut perlu diantisipasi melalui penguatan koordinasi, komunikasi efektif antar OPD, sinergi dengan instansi vertikal, serta pengendalian pasokan dan distribusi kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri yang secara historis selalu mengalami kenaikan,” ujar Miftah, Jumat (6/3/2026).
Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Ia menjelaskan, sejumlah langkah strategis yang akan dilakukan Pemkab Demak antara lain memastikan ketersediaan pasokan melalui pemantauan stok dan distribusi secara berkala, serta menjamin kelancaran distribusi bahan pokok, terutama menjelang puncak arus mudik dan hari raya.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengintensifkan operasi pasar dan pasar murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau. Upaya penguatan komunikasi publik juga akan dilakukan untuk mencegah terjadinya panic buying yang dapat memicu lonjakan harga.
“Pengendalian inflasi bukan hanya soal menjaga angka statistik. Namun lebih dari itu, pengendalian inflasi adalah upaya menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kesejahteraan tetap terjaga, khususnya di bulan suci yang penuh berkah ini,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin, jajaran perangkat daerah, para camat, pimpinan BUMN/BUMD, serta tokoh agama. (Sm)
