Jaksa Demak Soroti Maraknya Kenakalan Remaja, Self Control Jadi Kunci

Kenakalan remaja jaksa Demak

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Demak, Niam Firdaus, saat menjadi narasumber dalam talkshow Jaksa Menyapa di RSKW FM 104.8, membahas pentingnya self control dan peran orang tua dalam mencegah kenakalan remaja. Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Kemampuan mengontrol diri atau self control menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah kenakalan remaja. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Demak, Niam Firdaus, dalam talkshow “Jaksa Menyapa” bertema Pencegahan Kenakalan Remaja yang disiarkan langsung melalui RSKW FM 104.8, Kamis (5/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Niam menegaskan bahwa remaja perlu memiliki pengendalian diri yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. Menurutnya, salah satu cara untuk memperkuat kontrol diri adalah dengan meningkatkan kedekatan kepada Tuhan.

“Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, biasanya self controlling kita bisa menjadi lebih baik dan lebih kuat sehingga tidak mudah terbawa ke lingkungan yang salah,” ujar Niam.

Selain memperkuat spiritualitas, remaja juga dianjurkan untuk aktif dalam berbagai kegiatan positif. Aktivitas seperti olahraga, kegiatan sosial, maupun hobi yang bermanfaat dinilai dapat membantu mengisi waktu luang dengan hal-hal yang produktif.

“Kalau kita banyak kegiatan positif, seperti olahraga, sepak bola atau kegiatan positif lainnya, otomatis waktu kita akan terisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Ini bisa menghindarkan diri dari kegiatan negatif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Niam juga menyoroti pengaruh besar media sosial terhadap perilaku remaja. Ia menilai media sosial dapat memberikan manfaat jika digunakan secara bijak, namun juga berpotensi memicu perilaku negatif apabila disalahgunakan.

“Media sosial itu sangat berpengaruh. Kalau kita bijak menggunakannya tentu sangat bermanfaat. Tapi kalau tidak, bisa melukai diri sendiri atau bahkan orang lain,” katanya.

Selain faktor lingkungan dan teknologi, Niam menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi serta membimbing anak, terutama pada masa remaja. Menurutnya, orang tua tidak hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga perlu memperhatikan perkembangan dan pergaulan anak.

Ia mengungkapkan, dalam sejumlah kasus yang pernah ditangani, masih ditemukan orang tua yang kurang mengetahui aktivitas maupun pergaulan anaknya.

“Saya pernah bertanya kepada orang tua ketika ada kasus yang melibatkan anak di bawah usia 18 tahun, apakah mengetahui pergaulan anaknya. Ternyata orang tuanya tidak tahu,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, lanjut Niam, sering terjadi karena kesibukan orang tua dalam bekerja sehingga kurang memantau perkembangan anak. Padahal, peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter dan perilaku remaja.

Melalui program edukasi seperti Jaksa Menyapa, Niam berharap masyarakat, khususnya para orang tua, dapat semakin peduli terhadap tumbuh kembang serta pergaulan anak. Dengan demikian, potensi kenakalan remaja dapat dicegah sejak dini. (Sm)