Banjir Demak Mulai Surut, Pemulihan Dikebut di Tengah Kerusakan Infrastruktur

Banjir Demak rumah rusak

Petugas meninjau puing-puing rumah warga yang rusak akibat banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Banjir yang dipicu meluapnya Sungai Tuntang menyebabkan kerusakan permukiman dan infrastruktur di sejumlah wilayah. Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sudah mulai berangsur surut per Kamis (9/4/2026). Meski demikian, upaya penanganan dan pemulihan masih terus dikebut oleh pemerintah bersama tim gabungan di lapangan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak, sebanyak 525 kepala keluarga atau 1.948 jiwa terdampak dalam peristiwa ini. Selain itu, 525 rumah warga terdampak, serta fasilitas umum seperti 15 tempat ibadah dan 10 fasilitas pendidikan ikut mengalami kerusakan.

Banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang menyebabkan debit air Sungai Tuntang meningkat signifikan hingga mengakibatkan jebolnya tanggul di sejumlah titik, khususnya di wilayah Kecamatan Guntur, seperti Desa Trimulyo dan Sidoharjo.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, menyampaikan bahwa kondisi saat ini mulai terkendali, namun penanganan masih terus dilakukan secara intensif.

“Air di beberapa titik sudah mulai surut, tetapi kami masih fokus pada penanganan tanggul jebol serta pembersihan material sisa banjir,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. “Kami memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, baik logistik, air bersih, maupun layanan kesehatan,” tambahnya.

Selain permukiman, sektor pertanian juga terdampak cukup luas dengan total lahan mencapai sekitar 384 hektare. Kerusakan juga terjadi pada satu titik infrastruktur jalan atau jembatan, serta dilaporkan satu korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Saat ini, jumlah warga yang masih mengungsi tersisa 12 jiwa yang berada di Madrasah Diniyah Sindon.

Berbagai langkah penanganan terus dilakukan, mulai dari penggunaan alat berat untuk menutup tanggul jebol, pengoperasian pompa air guna mengurangi genangan, hingga distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

Pemerintah daerah bersama BPBD juga terus melakukan asesmen lanjutan serta koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut. (Sm)