Pisowanan Balasan Kadilangu dan Pemkab Demak Sarat Pesan Pelestarian Budaya

Suasana khidmat penyambutan rombongan Sesepuh Kadilangu dalam prosesi Pisowanan Balasan Grebeg Besar Demak 2026 di Pendopo Satya Bhakti Praja, Kabupaten Demak, Selasa (12/5/2026). Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Tradisi Pisowanan Balasan dalam rangkaian Grebeg Besar Demak 2026 berlangsung khidmat di Pendopo Satya Bhakti Praja Kabupaten Demak, Selasa (12/5/2026).
Prosesi tersebut menjadi simbol eratnya hubungan antara ulama dan umaro yang telah diwariskan sejak masa Kesultanan Demak.
Rombongan Ahli Waris Kanjeng Sunan Kalijaga bersama abdi dalem Kadilangu tiba di pendopo dan disambut meriah oleh Pemerintah Kabupaten Demak. Penyambutan dilakukan oleh tim Dinas Pariwisata Demak yang mengenakan busana adat khas prajurit Demak serta among tamu.
Barisan prajurit dengan pakaian adat lengkap tampak berdiri tegap di pintu masuk pendopo. Dengan formasi rapi, mereka mengiringi kedatangan para sesepuh Kadilangu, menghadirkan suasana sakral sekaligus penuh penghormatan. Sementara among tamu yang mengenakan kebaya putih dipadukan jarik merah muda tampil anggun sepanjang prosesi berlangsung.
Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan bahwa Pisowanan dan Pisowanan Balasan merupakan bagian penting dari rangkaian tradisi Grebeg Besar yang terus dijaga setiap tahun.
“Alhamdulillah rangkaian Grebeg Besar tahun 2026 ini berjalan lancar hingga Pisowanan dan Pisowanan Balasan. Minggu kemarin kami dari Pemkab Demak sudah melakukan pisowanan ke kasepuhan ahli waris Mbah Sunan Kalijaga, dan hari ini beliau-beliau melakukan pisowanan balasan,” ujar Eisti’anah.
Ia menegaskan, tradisi tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dengan para sesepuh dalam menjaga warisan budaya dan spiritual peninggalan para pendahulu.
“Ini sebagai bentuk rasa sayang dan sinergi antara pemerintah dan para sesepuh. Apa yang telah diwariskan Kanjeng Sultan Fatah dan Sunan Kalijaga harus terus kita lestarikan sampai kapan pun,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Eisti’anah juga meminta doa restu dari para sesepuh agar diberikan kelancaran dalam menjalankan amanah memimpin Kabupaten Demak.
“Kami meminta doa dan nasihat dari para sesepuh agar mampu menjalankan amanah melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Dengan doa beliau-beliau, insyaallah segala sesuatu yang sulit bisa terasa lebih mudah,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Demak, lanjutnya, terus berupaya mengembangkan Grebeg Besar sebagai agenda wisata budaya nasional melalui berbagai inovasi tanpa meninggalkan nilai sakral tradisi.
“Kami terus mengemas tradisi ini dengan berbagai inovasi. Ada iring-iringan Prajurit Patang Puluhan, sajian Tumpeng Songo, hingga berbagai atraksi budaya lain yang terus kami kembangkan agar masyarakat bisa menikmati sekaligus memahami nilai budayanya,” jelasnya.
Selain itu, dalam pisowanan tersebut juga dibahas upaya pelestarian situs sejarah dan religi di Demak, seperti kawasan Makam Kadilangu dan Masjid Agung Demak agar semakin menarik bagi wisatawan religi.
Sementara itu, Sesepuh Kadilangu, R.H. Muhammad Cahyo Iman Santoso,
mengatakan hubungan harmonis antara ulama dan pemerintah harus terus dijaga sebagaimana diwariskan Sunan Kalijaga dan Sultan Raden Fatah.
“Warisan leluhur kita dulu, Eyang Sunan Kalijaga dan Sultan Raden Fatah, selalu menjaga hubungan harmonis antara ulama dan umaro. Tradisi ini harus terus dilanjutkan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa rangkaian Grebeg Besar tidak terlepas dari prosesi penjamasan pusaka yang sejak dahulu dilakukan pihak kasepuhan.
“Penjamasan sejak dulu memang dilakukan oleh kasepuhan karena masih ada hubungan keluarga dan tradisi itu tetap dijaga sampai sekarang,” pungkasnya. (Sm)
