IKA-PMII Demak Tekankan Idealisme Kader di Era Digital dalam Pelatihan Kader Dasar

Ketua IKA PMII Demak Hasan Hamid menyampaikan materi Ideologi PMII dalam kegiatan PKD PMII Komisariat Abdurrahman Wahid di Ponpes Al-Maftuhah 2, Karangtengah, Demak, Sabtu (16/5/2026). Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Demak menegaskan pentingnya membangun kesadaran kritis dan menjaga idealisme kader di tengah tantangan zaman modern dan derasnya arus digitalisasi.
Hal tersebut disampaikan Hasan Hamid dalam kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Komisariat Abdurrahman Wahid yang digelar di Pondok Pesantren Al-Maftuhah 2, Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jumat-Minggu (15-17/5/2026).
Materi Ideologi PMII dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Hasan Hamid yang juga merupakan Ketua IKA PMII Demak. Dalam pemaparannya, ia menyoroti kondisi mahasiswa saat ini yang dinilai mudah terprovokasi, namun kurang mendalami pemikiran kritis dan reflektif.
Menurut Hasan, sistem modern dan media sosial telah membentuk pola pikir instan, konsumtif, serta dangkal di kalangan generasi muda. Ia menilai banyak mahasiswa merasa sudah kritis tanpa melakukan riset mendalam dan merasa menjadi aktivis tanpa pengabdian nyata kepada masyarakat.
“PMII hadir bukan sekadar organisasi tambahan, tetapi menjadi ruang perjuangan intelektual yang membawa nilai Islam moderat dan tradisi Aswaja ke dunia kampus,” ujarnya.
Dalam materi tersebut, Hasan juga menegaskan bahwa Aswaja bukan hanya tradisi ritual keagamaan, melainkan cara berpikir yang moderat, adil, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Ia mencontohkan tokoh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai figur yang dihormati karena keberanian moral serta keberpihakannya terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Selain itu, PMII juga diingatkan agar tetap menjaga jarak kritis terhadap kekuasaan. Menurut Hasan, organisasi mahasiswa tidak boleh kehilangan nurani hanya karena sibuk mengejar akses politik maupun kepentingan pragmatis.
Dalam diskusi yang dipandu Nova Ariyanto selaku moderator tersebut, Hasan turut menyoroti tantangan kader PMII di era digital, mulai dari apatisme mahasiswa, radikalisme di lingkungan kampus, hingga kapitalisasi pendidikan.
Ia menegaskan kader PMII harus mampu memahami perkembangan teknologi, media sosial, ekonomi digital, hingga isu krisis lingkungan agar tetap relevan menjawab tantangan zaman.
Hasan menjelaskan, ideologi PMII dibangun di atas tiga pilar utama, yakni Humanisme Religius, Demokrasi Kerakyatan, dan Pluralisme Kebangsaan. Ketiga nilai tersebut menjadi landasan perjuangan PMII dalam menjaga moderasi, keadilan sosial, serta persatuan bangsa.
“Jangan hanya bangga memakai atribut organisasi. Kader PMII harus punya keberanian berpikir, membela kebenaran, dan menjaga kejujuran di tengah situasi sosial yang semakin pragmatis,” tegasnya.
Diketahui, kegiatan PKD PMII Komisariat Abdurrahman Wahid mengusung tema “Membangun Kader yang Berideologi PMII, Kritis dan Adaptif di Era Disrupsi Zaman”. Kegiatan tersebut diikuti 25 peserta yang berasal dari Komisariat PMII Gus Dur, Rayon Tan Malaka, Komisariat Sultan Fatah, hingga kader PMII dari kota tetangga. (Sm)
