Kirab Prajurit Patang Puluhan Meriahkan Puncak Grebeg Besar Demak 2026

Kirab budaya Prajurit Patangpuluhan

Prajurit Patang Puluhan mengiringi prosesi sakral pengantaran minyak jamas dalam puncak perayaan Grebeg Besar Demak 2026 menuju Kadilangu. Tradisi tahunan ini menjadi simbol pelestarian warisan budaya dan religi peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga. Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Perayaan Grebeg Besar Demak 1447 Hijriah/2026 Masehi kembali menjadi bukti kuat komitmen masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Demak dalam melestarikan warisan budaya dan religi peninggalan para wali. Tradisi tahunan yang menjadi kebanggaan Kota Wali tersebut mencapai puncaknya pada Rabu (27/5) melalui prosesi kirab Prajurit Patang Puluhan yang mengantarkan minyak jamas menuju Kadilangu.

Grebeg Besar merupakan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas Kabupaten Demak. Kata “Grebeg” memiliki makna mengiringi perkumpulan masyarakat, sedangkan “Besar” merupakan sebutan masyarakat Jawa untuk bulan Dzulhijjah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tradisi Pisowanan di Pendopo Notobratan Kadilangu dan ditutup dengan prosesi penjamasan pusaka peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga, yakni Kotang Ontokusumo dan Keris Kyai Carubuk.

Pada puncak acara, iring-iringan Prajurit Patang Puluhan yang dipimpin Ki Lurah Tamtomo dilepas dari Pendopo Kabupaten Demak menuju Kadilangu dengan membawa minyak jamas yang akan digunakan dalam prosesi penjamasan pusaka.

Bupati Demak, Eisti’anah, mengatakan Grebeg Besar bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan warisan budaya dan religi yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.

“Grebeg Besar merupakan identitas masyarakat Demak yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang sangat tinggi. Tradisi ini harus terus kita lestarikan sebagai bentuk penghormatan kepada para wali dan leluhur yang telah berjasa menyebarkan Islam di tanah Jawa,” ujar Eisti’anah.

Menurutnya, keberlangsungan Grebeg Besar juga menjadi salah satu upaya memperkuat karakter masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Demak kepada wisatawan dari berbagai daerah.

“Kami berharap Grebeg Besar tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi pelestarian budaya maupun peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, menyebut keberhasilan penyelenggaraan Grebeg Besar tahun ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi seluruh pihak yang terlibat.

“Keberhasilan rangkaian Perayaan Grebeg Besar Demak 1447 H/2026 M merupakan bentuk konsistensi dan keseriusan penyatuan hati serta pikiran berbagai elemen Pemerintah Kabupaten Demak dalam mengoptimalkan sinergitas dan kolaborasi tim pengelola yang telah terbentuk selama ini,” kata Endah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan Grebeg Besar 2026.

“Dinas Pariwisata Kabupaten Demak sebagai koordinator pengelola kegiatan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung keberhasilan rangkaian Perayaan Grebeg Besar tahun ini,” ujarnya.

Selain menjadi tradisi sakral yang sarat makna spiritual, Grebeg Besar juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Ribuan warga dan peziarah yang datang selama rangkaian acara berlangsung turut menggerakkan aktivitas perdagangan, usaha mikro, hingga sektor jasa di kawasan Kota Wali.

Melalui Grebeg Besar, Kabupaten Demak tidak hanya menjaga warisan sejarah para wali, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat wisata religi dan budaya terkemuka di Jawa Tengah.