Hadapi Musim Penghujan, Pemkab Demak Gelar Apel Siaga Bencana

IMG-20231204-WA0042

Bupati Demak Hj Eisti'anah meninjau alat-alat kesiapsiagaan usai Apel Siaga Bencana di Alun-alun Demak, Senin (4/12). Foto: Sam

Demak, arusutama.com – Antisipasi potensi bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Demak, Eisti’anah sebagai pembina apel, meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terkait potensi terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Demak.

“Tujuan dari kegiatan ini merupakan upaya preventif dalam menghadapi dan menanggulangi bencana, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor terkait kebencanaan. Semoga bencana dan risiko yang ditimbulkan dapat diantisipasi dan diminimalisir sehingga masyarakat akan terasa terlindungi,” kata Eisti’anah di Alun-alun Simpang Enam Demak, Senin (4/12/2023)

Lebih lanjut, Eisti’anah mengatakan, kondisi geografis Kabupaten Demak yang berada di wilayah hilir mengakibatkan Demak menjadi daerah rawan bencana seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung. Hal inilah yang menjadikan Pemerintah Kabupaten Demak bekerja extra keras dalam mengantisipasi terjadinya bencana di musim penghujan.

“Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Jawa Tengah, musim penghujan jatuh pada bulan November 2023, sedangkan puncak musim penghujan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2024. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada seluruh instansi perangkat daerah agar menyelenggarakan latihan kesiapsiagaan bencana sesuai institusi, situasi, kondisi dan potensi ancaman bencana di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Eisti’anah berharap, melalui latihan secara berkala, masyarakat dapat lebih siap siaga dan memiliki pengetahuan yang memadai untuk menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi sehingga tingkat keselamatan dapat diupayakan semaksimal mungkin.

“Sinergitas yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana harus terus ditingkatkan. Paradigma penanggulangan bencana harus bergeser dari reaktif menjadi proaktif sehingga semua kalangan dituntut untuk mampu melakukan upaya pengurangan resiko bencana dengan didukung oleh semua pihak yang berkompeten,” ungkapnya.

Sementara, Wakapolres Demak Kompol Andy Setiyawan mengatakan, pada bulan Desember 2022 hingga Januari 2023, sebagian besar wilayah Kabupaten Demak mengalami bencana banjir.

Andy menegaskan bahwa personel Polres Demak siap siaga jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Berdasarkan data tahun kemarin, 70% wilayah Kabupaten Demak mengalami bencana banjir. Oleh karena itu, kita instruksikan seluruh jajaran agar senantiasa siap siaga menghadapi berbagai bencana dan segera melakukan langkah tanggap darurat jika terjadi bencana,” kata Andy. (Mun/Sam)