Peringati Hari Ibu, Bupati Demak Ajak Perempuan Berdaya, Berkarya dan Berani

IMG-20231207-WA0045

Bupati Demak Hj Eisti'anah usai Talk Show dalam peringatan Hari Ibu ke-95 tahun bersama Dinsos P2PA Demak di Gedung Grhadika Bina Praja. Foto: Sam

Demak, arusutama.com – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Demak mengajak perempuan untuk terus berdaya dan berkarya serta harus berani. Karenanya Pemkab Demak akan selalu mendukung dan menyiapkan anggaran untuk mensupport kekompakan dan kinerja para organisasi perempuan yang ada di kabupaten demak.

Hal itu diungkapkan Bupati Demak Hj Eisti’anah usai Talk Show dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-95 tahun kabupaten demak bertajuk ‘Perempuan Berdaya dan Berkarya’ bersama Dinsos P2PA di Gedung Grhadika Bina Praja, Kamis (7/12/2023).

Bupati Eisti berharap, dengan support/fasilitas tersebut bisa di manfaatkan sebaik mungkin, sehingga peran perempuan semakin berdaya dan bisa saling melengkapi para laki-laki sebagai suami.

“Kita sebagai pemerintah akan selalu bersinergi dan mendukung serta siap memfasilitasi segala unsur organisasi perempuan dengan melalui Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA),” ujarnya.

Lebih lanjut, melalui Dinsos P2PA, Pemkab akan melakukan pendampingan-pendampingan untuk korban terkhusus perempuan dan anak.

“Kita punya psikolog, kemudian ada pendampingan khusus dari P2PA, beberapa kasus juga sudah ditangani seperti dalam hal konseling, pendampingan dan perkembangan terkhusus anak maupun perempuan baik mengalami kekerasan atau hal-hal lain yang terdampak oleh perempuan dan anak,” jelasnya.

Selain perlindungan untuk perempuan dan anak, Pemkab demak juga konsen terhadap pemberdayaan perempuan di bidang UMKM atau kemandirian.

“Kami juga melakukan pemberdayaan lain agar perempuan tetap berdaya, berkarya. Seperti halnya bentuk usaha, bantuan peralatan untuk pengembangan usaha dan pemberdayaan lainnya yang bisa meningkatkan kemandirian juga kemampuan dalam berkarya,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang P2PA Maftukhah Kurniawati merespon positif dengan adanya desa ramah perempuan dan peduli anak yang ada di demak. Tercatat baru ada 14 desa atau satu desa di setiap kecamatan.

Desa tersebut merupakan desa yang mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam tata kelola penyelenggaraan, pemerintahan desa, pembangunan desa, serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Selain itu, di setiap kecamatan juga sudah ada posko pengaduan terpadu, namun yang menjadi masalah, tak ada yang mau melaporkan, karena beranggapan bahwa itu adalah sebuah aib.

“Dengan berbagai alasannya, sehingga mereka tidak berani melaporkan. Padahal kita itu selalu terbuka dan siap dalam membantu serta selalu berusaha mencarikan solusi, melakukan pendampingan, hingga konseling jika diperlukan,” pungkasnya. (Sam)