Bupati Eisti Ajak Cintai Budaya Lewat Fashion Show Pakaian Batik Khas Demak

Salah satu peserta lomba Fashion Show dalam rangka hari Ibu ke-95 tahun Dharma Wanita Persatuan (DPW) Demak. Foto: ist.
Demak, arusutama.com – Bupati Demak Hj Eisti’anah mengajak masyarakat untuk terus mencintai kebudayaan asli milik daerah diantaranya pakaian batik khas demak, mengingat besarnya potensi ekonomi dari industri batik, dirinya mengimbau kepada seluruh warga demak untuk dapat melestarikan budaya sendiri.
Hal itu diungkapkan Bupati Eisti saat Lomba Fashion Show yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Demak dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-95 tahun di Pendopo Satya Bhakti Praja, Kamis (14/12/2023).
Dikatakan, lomba tersebut tak hanya sekadar ajang untuk berlenggak-lenggok semata, namun juga jadi panggung untuk memamerkan keindahan estetika baju adat batik Demak. Selain itu, momen ini juga bisa dimanfaatkan untuk melestarikan dan berinovasi mengembangkan kearifan lokal utamanya Batik khas Demak.
“Mari, masyarakat dapat lebih mengenal batik khas Demak, sekaligus menjadi sarana untuk mempromosikan Batik Demak agar lebih dikenal dan dicintai masyarakat luas,” ajak Mbak Eisti, sapaan akrabnya usai puluhan model berlenggak-lenggok mengenakan pakaian adat dan batik khas Demak.
Lebih lanjut, Bupati Eisti menjelaskan bahwa baju adat merupakan warisan budaya bangsa yang wajib dilestarikan dan dikembangkan bersama. Tak hanya sekadar kain semata, namun pakaian adat menyimpan cerita, sejarah, makna, dan identitas dari berbagai daerah.
Diantara produk batik unggulan khas dengan kearifan lokal yang dimiliki demak yakni seperti motif Jambu, Belimbing, Biota laut, Flora, Masjid Agung Demak, Pintu Bledek dan masih banyak lagi motif lainnya.
“Semoga fashion show ini dapat menjadi ajang untuk mempromosikan batik khas Demak, sehingga minat masyarakat dalam menggunakan batik dan batik demak juga bisa dikenal ke luar daerah sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” harapnya.
Sementara, Ketua DWP Demak Nur Aini yang merupakan istri dari Sekda Demak menjelaskan bahwa acara fashion show diikuti 52 unsur pelaksana dari organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan 14 kecamatan, dan sejumlah perusahaan daerah (Perusda).
“Ini sebagai bentuk DWP dalam menunjukkan bakat, kreativitas, dan kemampuan yang dimiliki melalui batik demak. Kami berharap lewat giat ini bisa memberikan inspirasi, motivasi hingga bisa meningkatkan inovasi juga mengembangkan potensi diri, prestasi dan karya demi kemajuan daerah kabupaten demak,” ucapnya.
Diketahui, dalam fashion show tersebut yang mendapatkan juara satu adaah dari Setda Demak, juara dua dari PUDAM Demak, dan juara tiga Kec. Karanganyar. Selain itu juga ada juara harapan satu Setwan Demak, Harapan dua BKPP dan terakhir juara harapan tiga Dinkominfo Demak. (Sam)
