Jebolnya Tujuh Tanggul, Banjir Parah di Demak Akibatkan 8.170 Jiwa Mengungsi

Warga Karanganyar sedang melintas di Jalan Pantura Demak-Kudus. Foto: Ist.
ARUSUTAMA.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak Senin (5/2) menyebabkan banjir besar di Kabupaten Demak. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak menunjukkan bahwa ada 63.465 jiwa yang terdampak banjir hingga Kamis (8/2) malam.
Banjir merendam tujuh kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di Demak, yaitu Karangawen, Kebonagung, Wonosalam, Karangtengah, Gajah, Dempet, dan Karanganyar. Banjir disebabkan oleh jebolnya tujuh tanggul di beberapa desa di kecamatan-kecamatan tersebut.
“Kami terus berupaya untuk menangani bencana ini dengan segera. Kami juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membantu warga yang terdampak,” kata Agus Nugroho Luhur Pambudi, Kepala BPBD Demak.
Akibat banjir, 30 desa terisolasi, 8.170 jiwa mengungsi, dan 951 hektare lahan pertanian terancam gagal panen. Warga yang mengungsi tersebar di berbagai tempat, seperti balai desa, mushola, dan pondok pesantren.
Tim SAR gabungan dari Jepara, Solo, dan Semarang terus melakukan evakuasi warga ke tempat pengungsian dengan menggunakan 30 perahu karet. Evakuasi masih berlangsung hingga malam hari, terutama di Kecamatan Karanganyar.
“Kami berharap banjir segera surut dan warga bisa kembali ke rumah mereka. Kami juga terus mendistribusikan logistik ke tempat pengungsian. Dan, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penanganan bencana ini,” ujar Agus Herawan, Kepala Dinas Sosial Demak.
Banjir juga mengganggu aktivitas warga, terutama di sektor transportasi. Beberapa ruas jalan utama, seperti jalan Kudus-Jepara, tidak bisa dilalui karena tergenang air. Warga diimbau untuk berhati-hati dan mengikuti arahan dari petugas. (Sam)
