BNPB Lakukan Pemulihan Lingkungan Pascabanjir di Demak

BNPB bersama BPBD dan TNI membersihkan sisa lumpur dan sampah sisa banjir, di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Foto: Dok.
ARUSUTAMA.com – Banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, telah merusak lingkungan dan mengganggu aktivitas warga. Untuk mengatasi hal ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan berbagai upaya pemulihan lingkungan sejak banjir mulai surut.
Menurut Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB Bambang Surya Putra, upaya pemulihan lingkungan ini merupakan bagian dari transisi dari fase darurat ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Upaya ini akan terus berlangsung hingga masa tanggap darurat berakhir pada 3 Maret 2024.
“Kami ingin memastikan bahwa lingkungan di daerah terdampak banjir dapat kembali normal dan bersih. Kami juga ingin mencegah penyebaran penyakit yang bisa timbul akibat banjir,” kata Bambang saat mengunjungi lokasi pengungsian di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Minggu (25/2).
Bambang menjelaskan, upaya pemulihan lingkungan yang dilakukan oleh tim gabungan BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan meliputi:
- Distribusi air bersih untuk kebutuhan minum, mandi, dan cuci warga.
- Penyemprotan desinfektan untuk membersihkan rumah, sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya dari kuman dan bakteri.
- Pembersihan sampah dan lumpur yang menumpuk di sungai, jalan, dan permukiman warga dengan menggunakan alat berat dan dumptruck.
- Pengasapan atau fogging untuk membunuh nyamuk dan serangga pembawa penyakit demam berdarah dan malaria.
- Distribusi alat kebersihan seperti sapu, ember, dan sabun untuk membantu warga membersihkan lingkungan mereka sendiri.
“Kami juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga tentang cara penggunaan alat kebersihan dan pencegahan penyakit. Kami berharap warga dapat bekerja sama dengan tim gabungan untuk mempercepat pemulihan lingkungan,” ujar Bambang.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Sri Puji Astutik mengatakan, pihaknya telah melakukan dekontaminasi lingkungan di 18 desa yang terdampak banjir sejak Rabu (21/2) hingga Minggu (25/2). Dekontaminasi ini menggunakan 50 kilogram obat desinfektan yang dibagikan kepada warga.
“Kami mengerahkan 15 orang dari beberapa puskesmas untuk melakukan dekontaminasi di satu desa. Kami menyelesaikan dekontaminasi di enam desa dalam satu hari. Setelah itu, kami menyerahkan alat kebersihan kepada warga untuk melakukan dekontaminasi secara mandiri bersama perangkat desa,” kata Tutik, sapaan akrabnya.
Tutik menambahkan, hingga masa tanggap darurat selesai, pihaknya akan terus melakukan dekontaminasi di rumah yang belum terjamah oleh tim gabungan dan membersihkan sisa sampah dan lumpur di permukiman warga.
“Kami berharap dengan dekontaminasi ini, warga dapat terhindar dari penyakit potensial wabah pascabanjir seperti diare, leptospirosis, dan infeksi kulit. Kami juga mengimbau warga untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta melapor ke puskesmas jika mengalami gejala penyakit,” tutur Tutik. (Hum/Sam)
