Evaluasi Sistem Pengendali Banjir Bendung Wilalung: Tindakan Proaktif untuk Keempat Kabupaten

Bupati Demak Eisti'anah bersama jajarannya meninjau langsung lokasi Bendungan Wilalung, Jumat (15/3). Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Dalam upaya meningkatkan sistem pengendali banjir, Bendung Wilalung yang memiliki 11 pintu pengendali banjir menjadi fokus utama. Saat ini, hanya tiga pintu yang mengarah ke Kali Juana yang dapat beroperasi, sedangkan tiga pintu yang mengarah ke Kali Juana tertutup sedimen dan tiga lainnya tidak dapat beroperasi karena pengecoran. Sementara dua pintu yang mengarah ke Kali Wulan masih berfungsi dengan baik.
Menurut SOP Bendung Wilalung, ketika debit air yang masuk ke Sungai Wulan mencapai 800 m³/detik, pintu Kali Juana akan dibuka bertahap dari 10 m³/detik hingga 30 m³/detik. Namun, terdapat kekhawatiran mengenai kapasitas daya tampung Sungai Wulan yang perlu diverifikasi untuk memastikan keamanan.
Bupati Demak, Eisti’anah, saat inpeksi langsung di lokasi Bendungan Wilalung menekankan pentingnya evaluasi sistem saat ini. “Yang menjadi masalah adalah kapasitas daya tampung dari sungai Wulan perlu diuji kembali apa benar bisa menampung debit 800 dengan kondisi aman,” ujar Bupati Eisti’anah, Jumat (15/3/2024).
Melihat kondisi demikian, Bupati Demak menegaskan harus adanya evaluasi dan kajian ulang. “SOP atau apapun namanya yang ada saat ini, terkait sistem pengendali banjir Bendung Wilalung ini harus dikaji dan dievaluasi bersama-sama,” ungkapnya.
Dirinya juga menambahkan, “Ada empat kabupaten yang punya kepentingan dan keterkaitan dengan Bendung Wilalung, yaitu Demak, Kudus, Pati, dan Grobogan,” jelas Eisti’anah.
Dalam langkah proaktif, Bupati Demak telah meminta Gubernur untuk memfasilitasi pertemuan antara kepala daerah keempat kabupaten tersebut. Tujuannya adalah untuk membahas, mengevaluasi, dan memperbaharui sistem pengendali banjir berdasarkan perencanaan awal dan kondisi saat ini.
Evaluasi yang akan dilakukan diharapkan dapat menghasilkan solusi yang akan meningkatkan efektivitas pengendalian banjir dan memastikan keamanan bagi warga di keempat kabupaten tersebut. (Sam)
