Ketoprak dan Wayang Kulit Hiasi Perayaan Sedekah Bumi di Karanganyar

IMG-20240511-WA0086

Bupati Demak berikan potongan tumpeng kepada Kades Karanganyar usai pembukaan pagelaran wayang kulit dan ketoparak dalam sedekah bumi desa Karanganyar di Gedung Serbaguna, Sabtu (11/5). Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Desa Karanganyar, kecamatan Karanganyar, kabupaten Demak, menggelar perayaan sedekah bumi yang penuh makna dengan berbagai semarak kebudayaan Jawa seperti pertunjukan Ketoprak Purbo Budoyo dengan lakon “Nogososro Sabuk Inten” dan wayang kulit yang menarik banyak perhatian.

Bupati Demak, Eisti’anah, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga silaturrahmi dan tradisi apitan sebagai bentuk syukur dan harapan untuk terhindar dari bala. “Hampir semua desa di kabupaten Demak mengadakan apitan ini sebagai wujud rasa syukur, sedekah bumi, dan doa agar kita semua dijauhkan dari tolak balak,” ujarnya di Gedung Serbaguna Lapangan Desa Karanganyar, Sabtu (11/5).

Pagelaran wayang kulit dan ketoprak tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk nguri-uri budaya, dan permohonan berkah untuk keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan. “Ini adalah budaya yang telah diwariskan oleh leluhur kita, dan kami berkomitmen untuk meneruskannya dengan baik,” tambah Eisti’anah.

Meskipun baru saja mengalami banjir yang merendam sawah dan ladang, semangat masyarakat Karanganyar tidak pudar.
Kades Karanganyar, Agus Sugiharto, menyatakan bahwa meskipun anggaran terbatas, pemerintah desa berusaha sebaik mungkin untuk mengadakan acara ini. “Kami melakukan dengan sederhana, bancaan dan wayangan dengan lakon Among Tani untuk para petani, serta hiburan malam berupa ketoprak,” jelas Agus.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Demak dan Sekda yang telah hadir dalam acara ini. “Terima kasih atas dukungan ibu bupati dan sekda Demak. Semoga amal kita semua dibalas oleh Allah SWT, terhindar dari bencana alam, sehat selalu, panen berhasil, dan semoga harga sandang pangan terjangkau semua,” harap Agus. (Sam)