Demak Dorong Masjid Agung Jadi Warisan Dunia UNESCO, Wisata Religi Kian Berkembang

Masjid agung demak UNESCO

Rapat koordinasi peningkatan status Masjid Agung Demak menuju warisan budaya dunia UNESCO bersama Kementerian Kebudayaan, BPK RI, dan Pemkab Demak. Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Demak turut hadir dalam pertemuan koordinasi peningkatan status Masjid Agung Demak (MAD) sebagai warisan budaya dunia UNESCO sekaligus pemeriksaan kinerja perlindungan aset bersejarah. Pertemuan tersebut digelar di ruang pertemuan Takmir Masjid Agung Demak, baru-baru ini.

Hadir dalam forum tersebut antara lain Direktur Pemeriksaan VI BPK RI, Mujahidin Asa; Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Setjen Kementerian Kebudayaan, Puguh Wiyatno; Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Tutik; Kepala Inspektorat Demak, Kurniawan; Kepala Dindikbud Demak, Haris Wahyudi Ridwan; Kepala Dinparta Demak, Endah Cahya Rini; serta Plt. Sekretaris Dinparta, Masluroh.

Mujahidin Asa menyampaikan bahwa kedatangan tim BPK kali ini tidak hanya membahas revitalisasi Masjid Agung Demak, tetapi juga memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas lembaga. Tujuannya adalah merealisasikan peningkatan status Masjid Agung Demak, dari cagar budaya nasional menjadi warisan budaya dunia yang diakui UNESCO.

“Upaya ini akan berhasil bila sinergitas terjalin solid antara takmir masjid, akademisi, pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga pihak swasta,” tegas Mujahidin.

Sementara itu, Kepala Dinparta Demak, Endah Cahya Rini, menuturkan bahwa peningkatan status Masjid Agung Demak di UNESCO diyakini akan memberikan dampak besar terhadap perputaran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.

“Selain menjaga kelestarian bangunan bersejarah yang merupakan pusat peradaban Islam tertua di Jawa, pengakuan UNESCO juga akan membawa kebanggaan bagi masyarakat Demak dan Nusantara. Bahkan, Demak berpeluang menjadi pusat pembelajaran peradaban Islam di Jawa,” ungkap Endah.

Dari sisi pariwisata, tren kunjungan ke Demak menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2024, jumlah wisatawan tercatat 3,2 juta orang. Hingga pertengahan 2025, jumlah kunjungan sudah mencapai 2,9 juta wisatawan, dan diproyeksikan tembus 3,5–3,7 juta wisatawan hingga akhir tahun, naik sekitar 10–15% dibanding tahun sebelumnya.

Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga masih menjadi magnet utama wisata religi. Demak bahkan konsisten berada di tiga besar tujuan wisata religi di Jawa Tengah.

Prestasi membanggakan juga ditorehkan dengan diraihnya sertifikat ISO untuk tata kelola dan pelayanan Masjid Agung Demak. Hal ini menjadi pengakuan bahwa Demak siap menjadi destinasi wisata bertaraf internasional.

Mayoritas wisatawan masih berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jabodetabek. Namun, kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia dan Singapura, juga mulai meningkat. Sebagian besar pengunjung merupakan rombongan keluarga dan komunitas peziarah. (Sam)