Warga Purwosari Blokir Jalan Rusak Imbas Proyek Tol Sayung, Tuntut Perbaikan Serius

Warga Desa Purwosari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, memblokir jalan rusak dengan batu dan ranting pohon sebagai bentuk protes terhadap dampak proyek Tol Sayung yang membuat akses warga berlumpur dan berbahaya, Kamis (13/11/2025). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Puluhan emak-emak di Desa Purwosari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kembali turun ke jalan pada Kamis (13/11/2025) pagi.
Mereka menutup akses jalan utama yang setiap hari dilalui kendaraan proyek pembangunan Tol Sayung. Aksi protes ini dilakukan lantaran jalan rusak parah dan berlumpur akibat lalu lintas kendaraan berat yang keluar-masuk membawa material proyek.
Aksi dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dengan cara menutup jalan menggunakan batu besar dan ranting pohon. Akibatnya, sejumlah truk pengangkut material proyek tol terpaksa berhenti dan antre panjang karena dilarang melintas oleh warga.
Video aksi tersebut viral di akun TikTok Berita Demak, memperlihatkan puluhan ibu-ibu memprotes kondisi jalan yang rusak dan licin hingga berpotensi menyebabkan pengendara terpeleset. Dalam video itu juga terdengar suara salah satu warga yang menuntut agar jalan segera diperbaiki.
“Warga mintanya jalan bisa bagus lagi,” ujar salah satu perempuan dalam video tersebut.
Sementara itu, seorang karyawan proyek tol yang tampak mengenakan helm dan rompi proyek berupaya menenangkan warga. “Salah satu aja perwakilan, boleh, demo boleh, itu hak kalian. Tapi perwakilan biar gak bingung,” katanya dalam video.
Aksi warga ini mendapat banyak dukungan dari netizen. Akun TikTok @introvert menulis, “Wargalah yang menjadi korban proyek tol, jalan rusak, rumah pada retak kayak gempa tiap hari.” Sedangkan akun lain, @Mas_AL, berkomentar, “Tuntut kontraktornya, Mae. Jalan umum harus aman dan nyaman lagi!”
Kerusakan jalan diperparah dengan intensitas hujan yang tinggi. Jalan yang hanya berlapis urugan padas kini berubah seperti kubangan lumpur, membuat pengendara motor kerap tergelincir.
Misbahul Munir, salah satu warga Purwosari, mengatakan aksi ini merupakan bentuk kejengkelan warga karena keluhan mereka tidak pernah direspons.
“Beberapa kali warga sudah menyampaikan soal jalan rusak ini, tapi tidak pernah ada tanggapan. Kalaupun diperbaiki, sifatnya hanya sementara dan asal-asalan. Tidak serius menyelesaikan persoalan,” ujarnya.
Warga berharap pihak pengelola proyek Tol Sayung segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan yang menjadi akses utama masyarakat agar aman dan layak dilalui kembali. (Sam)
