Tragis, Pulang Mengaji Anak 9 Tahun Terpeleset dan Tenggelam di Sungai Jajar

Tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan relawan bersiap melakukan penyisiran di Sungai Jajar dalam operasi pencarian anak tenggelam, Rabu (26/11/2025). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Upaya pencarian terhadap seorang anak berusia 9 tahun yang tenggelam di Sungai Jajar, tepatnya di area rel kereta api depan PDAM Demak, memasuki hari kedua pada Rabu (26/11/2025).
Tim gabungan dari BPBD Demak, Basarnas, kepolisian, TNI, relawan, dan masyarakat akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 16.45 WIB.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Korban, Arafah Sahnas Sanum Rayan (9), warga Kp. Domenggalan RT 08 RW 03, Bintoro, Demak, sebelumnya berangkat mengaji bersama kakak dan adiknya di kawasan Pecaon, Kadilangu.
Dalam perjalanan pulang sekitar pukul 18.30 WIB, mereka melintas di jembatan bekas rel kereta api dekat PDAM. Saat menyeberang, korban tersandung dan terjatuh ke sungai. Kakak dan adiknya segera meminta pertolongan warga, namun upaya penyelamatan tidak berhasil.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. BPBD Demak menerima laporan pada pukul 19.10 WIB dari Nanang, anggota Damkar. Tim langsung menuju lokasi melakukan assessment, koordinasi dengan keluarga, serta penyisiran sungai.
Pada hari kedua pencarian, korban akhirnya ditemukan di bawah Jembatan Betengan, sekitar 500 meter dari lokasi jatuhnya korban. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka.
“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan, meskipun dalam kondisi tidak bernyawa. Tugas kami adalah memastikan proses pencarian berjalan maksimal,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto.
Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Sukiyono, menambahkan bahwa pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan banyak pihak.
“Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Terima kasih kepada Basarnas, TNI-Polri, relawan, dan warga yang turut membantu proses pencarian ini,” ujarnya.
Dalam kejadian ini tidak terdapat kerugian materi, namun keluarga korban mengalami duka mendalam.
BPBD Demak juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di jembatan bekas rel kereta api, terutama pada malam hari. “Lokasi tersebut rawan dan minim penerangan. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang,” tutur Suprapto. (Sm)
