Tak Kunjung Surut, Warga Bonang Desak Pemerintah Tangani Banjir Demak

Banjir Demak Puspita Bahari

Banjir yang tak kunjung surut menggenangi akses jalan utama di Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, Demak. Warga bersama relawan menggelar aksi di tengah genangan air, mendesak pemerintah segera bertindak menangani darurat banjir. Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Banjir di Kabupaten Demak terus meluas dan tak kunjung berakhir. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kecamatan Bonang. Genangan air yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan kini semakin mengganggu aktivitas dan keselamatan warga, terutama di jalur utama penghubung antarwilayah.

Kiswati, warga Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang, mengatakan bahwa banjir telah lama merendam akses jalan mulai dari Karangmlati, Demak, hingga Desa Tridonorejo. Selain itu, sejumlah titik jalan di sekitar Pasar Gebang hingga Jalan Krasak Bonang, termasuk jalur menuju Pelabuhan Morodemak, mengalami kerusakan cukup parah.

“Sudah beberapa bulan terakhir ini jalan tergenang banjir dan tidak kunjung surut. Banyak jalan rusak, terutama di sekitar Pasar Gebang sampai akses ke Pelabuhan Morodemak,” ujar Kiswati, Jumat (16/1/2026).

Genangan air yang sulit surut membuat aktivitas warga sehari-hari terganggu. Saat banjir rob pasang yang diperparah curah hujan tinggi, ketinggian air bahkan melampaui lutut orang dewasa, sehingga menyulitkan warga yang melintas untuk bekerja maupun beraktivitas lainnya.

Hal senada disampaikan Suradi, seorang sopir truk yang hampir setiap hari melintasi jalur tersebut. Ia menyebut banjir di jalan utama Bonang sangat merugikan masyarakat.

“Jalan yang terus terendam banjir jadi licin dan berlubang. Banyak kendaraan mogok, pengendara motor terpeleset, bahkan yang melintas itu ibu-ibu dan anak sekolah,” ungkap Suradi.

Banjir tidak hanya berdampak pada keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menghambat berbagai akses penting masyarakat, mulai dari perekonomian, kesehatan, pendidikan, hingga transportasi. Kondisi ini semakin berat dirasakan oleh warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi dan sangat bergantung pada angkutan umum, sementara jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama.

Merespons kondisi tersebut, Penggerak Puspita Bahari Demak, Masnuah, mengatakan bahwa warga Kecamatan Bonang menggelar aksi di titik banjir Desa Tridonorejo. Aksi tersebut diikuti oleh warga yang melintas, pengendara motor, sopir truk dan mobil pribadi, penumpang angkutan umum, warga setempat, serta relawan peduli lingkungan yang tergabung dalam Gerakan Puspita Bahari.

“Aksi dilakukan dengan berdiri di tengah jalan yang banjir. Warga berorasi menyuarakan kegelisahan karena dampak banjir yang selama ini belum mendapat perhatian dan perlindungan dari pemerintah,” jelas Masnuah.

Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah nyata. Mereka meminta pemerintah tidak lagi menunda penanganan banjir dengan melakukan normalisasi sungai yang sudah sangat dangkal, perbaikan drainase, peninggian jalan di titik-titik rawan banjir, serta penyediaan penerangan jalan demi keselamatan pengguna jalan.

Warga berharap pemerintah segera merespons tuntutan tersebut agar banjir yang terus berulang tidak semakin memperparah kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Bonang dan wilayah terdampak lainnya di Kabupaten Demak. (Sm)