Pesantren Lansia Masjid Agung Demak, Dari Berbagai Daerah Datang untuk Nyantri

Suasana pengajian sore di Masjid Agung Demak, ratusan santri lansia tampak khusyuk mengikuti Pesantren Ramadan, Sabtu (21/2/2026). Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Bulan suci Ramadan membawa suasana khidmat tersendiri di Masjid Agung Demak. Ratusan jamaah lanjut usia tampak tekun mengikuti program Pesantren Lansia Ramadan yang digelar di masjid bersejarah peninggalan Walisongo tersebut.
Setiap sore usai Salat Ashar, serambi masjid dipenuhi para santri lansia yang mengikuti pengajian rutin. Dengan duduk rapi dan penuh khidmat, mereka menyimak kajian keagamaan yang disampaikan para kiai, mulai dari pendalaman ibadah hingga penguatan akhlak.
Masjid Agung Demak dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam tertua di Jawa. Nilai sejarah dan religius yang melekat kuat menjadikan masjid ini selalu ramai dikunjungi jamaah, terlebih saat Ramadan. Selain beribadah, banyak jamaah memanfaatkan momentum ini untuk menimba ilmu agama.
Program Pesantren Lansia menjadi daya tarik tersendiri. Pesertanya tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Tengah, tetapi juga dari luar pulau seperti Sumatra dan Kalimantan. Mereka rela meninggalkan aktivitas sehari-hari serta keluarga demi menjalani ibadah Ramadan dengan lebih fokus dan khusyuk.
Salah seorang santri lansia asal Jambi, Untoro, mengaku merasakan ketenangan selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Di sini suasananya mendukung sekali untuk ibadah. Kami bisa belajar agama tanpa terburu-buru,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Hal serupa disampaikan Uni Lidya, santriwati lansia asal Kota Semarang.
“Walaupun sudah lansia, kami tetap ingin belajar. Kegiatan ini membuat Ramadan terasa lebih bermakna,” katanya.
Pesantren Lansia ini diperuntukkan bagi masyarakat berusia 56 tahun ke atas. Selain mendapatkan materi keagamaan, para santri juga difasilitasi tempat tinggal sementara serta pendampingan selama kegiatan berlangsung. Seluruh program diselenggarakan secara gratis.
Lurah Pondok Lansia Masjid Agung Demak, H. Muhamad Zaenuri, mengatakan saat ini terdapat 135 santri dan santriwati lansia yang mengikuti Pesantren Ramadan.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat memperkuat iman para lansia sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar peserta dari berbagai daerah,” ungkapnya. (Sm)
