Jelang Pengumuman The Fed, Bursa Asia Ditutup Bervariasi

JAKARTA. Sejumlah indeks saham di Asia ditutup bervariasi (mixed) pada perdagangan Rabu (26/1), menjelang pengumuman hasil pertemuan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), yakni Federal Reserve (The Fed) nanti malam.
Pelemahan dicatatkan oleh Indeks Nikkei 225 Jepang yang ditutup turun 0,44%. Sementara sejumlah bursa seperti Hang Seng dan Strait Times menguat masing-masing 0,19% dan 0,73%.
Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia menilai, investor mengambil aksi tunggu (wait and see) untuk melihat seberapa galak (hawkish) kebijakan Federal Reserve dalam memerangi lonjakan inflasi.
Jika terlihat terlalu hawkish, Federal Reserve justru akan memicu aksi jual yang lebih besar lagi di pasar finansial. Oleh karena itu, Gubernur The Fed yakni Jerome Powell diyakini akan mengatakan pengambilan kebijakan tergantung pada data dan rantai pasok sudah mulai membaik serta mengindikasikan bahwa inflasi sudah mencapai puncaknya.
Peningkatan risiko geopolitik juga turut membangkitkan fenomena risk aversion (kecenderungan menghindari risiko) di kalangan investor, seiring dengan berkumpulnya pasukan Rusia di perbatasan dengan Ukrania.
Para pemimpin Ukraina telah meyakinkan rakyatnya bahwa invasi oleh Rusia belum akan segera terjadi. Namun, Ukraina mengakui bahwa ancaman invasi tersebut adalah nyata serta mengakui telah menerima kiriman peralatan militer dari AS untuk memperkuat pertahanan Ukraina.
Sementara itu, Rusia menyangkal sedang merencanakan penyerangan. Namun, Rusia masih mengumpulkan sekitar 100.000 pasukan di dekat Ukrania dalam beberapa minggu terakhir dan melakukan latihan militer di beberapa lokasi di Russia. Hal ini pada akhirnya memicu AS dan NATO untuk segera mempersiapkan kemungkinan pecahnya perang.
Pandemi Covid-19 juga masih membayangi ekonomi global dengan potensi menghapus kemajuan yang sudah dicapai dengan setiap gelombang penularan yang terjadi. Dana Moneter Internasional atau IMF menyebutkan varian Omicron sebagai alasan untuk menurunkan (downgrade) proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun ini. (sumber KONTAN.CO.ID)
