DPD RI, Kemerdekaan Adalah Spirit untuk Menguatkan Jati Diri Bangsa

IMG_20230817_065736

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Lanyalla Mahmud Mattalitti pada rapat Paripurna Istimewa. Foto: Tangkapan layar.

Arusutama.com – Kemerdekaan adalah spirit bersama, tekad bersama yang harus bisa dirajut melalui saluran dan sarana yang memberikan ruang kedaulatan kepada rakyat sebagai pemilik negara dalam sebuah ikatan yang mampu menyatukan, memberikan rasa keadilan dan mampu menjawab tantangan masa depan melalui jatidiri bangsa.

Demikian dikatakan ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Lanyalla Mahmud Mattalitti pada rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Demak melalui webinar di Gedung Nusantara Senayan Jakarta dalam Rangka HUT Ke – 78 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu, (16/8/2023).

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika para pendiri bangsa terdahulu telah merumuskan asas dan sistem bernegara dengan dilandasi oleh sebuah nilai yang digali dari bumi nusantara, nilai yang sudah ada sebelum indonesia merdeka, yaitu Pancasila.

Sudah jelas, tambahnya, yakni spirit yang berdasar ketuhanan, sistem yang memanusiakan manusia, sistem yang merajut persatuan, sistem yang mengutamakan musyawarah perwakilan, dan sistem yang berorientasi kepada keadilan sosial.

“Inilah sistem yang sesuai dengan jatidiri bangsa indonesia, bangsa yang lahir dari sejarah panjang bumi nusantara ini,” tegasnya.

Namun, ia menyayangkan, sistem tersebut belum pernah secara benar diterapkan, baik di era orde lama maupun orde baru, bahkan semakin kabur diera reformasi akibat amandemen konstitusi pada tahun 1999 hingga 2002 silam. Menurut penelitian yang pernah dilakukan bahwa perubahan amandemen tersebut justru semakin mengkaburkan Pancasila. Hanya menggambarkan individualisme dan liberalisme.

“Karena pada hakekatnya, kemajuan atau kemunduran suatu negara ditentukan oleh desain institusi politik, ekonomi dan hukum. Suatu negara dapat terus berjalan dan mencapai titik kemampuan bila dikelola dengan cara yang tepat sehingga menghasilkan stabilitas politik dan stabilitas harga,” pungkasnya.

Rapat yang dibuka sekaligus ditutup oleh ketua DPRD Demak H.S Fahrudin Bisri Slamet tersebut juga dalam rangka mendengarkan Pidato kenegaraan Presiden RI pada sidang tahunan MPR RI dan DPR RI-DPD RI dalam rangka HUT ke-78 Kemerdekaan RI juga dihadiri oleh Bupati Demak, Wakil Bupati, Unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri Demak, Sekretaris Daerah, dan pejabat setempat. (Sam)