Bupati Demak Berikan 78 Penghargaan Bagi Peduli Lingkungan dan Sampah

IMG-20231116-WA0001

Bupati Demak, Hj Eisti'anah saat berikan piagam penghargaan kepada juara Adiwiyata. Foto: Sam

Demak, arusutama.com – Bupati Demak berikan 78 penghargaan bagi yang peduli dan konsen tehadap lingkungan dan pengelolaan sampah di Pendopo Satya Bhakti Praja, Rabu (15/11/23).

Bupati Demak Hj Eisti’anah sangat mengapresiasi kepada peserta yang menerima penghargaan dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam upaya pengelolaan sampah dilingkungan kabupaten demak.

“Melalui ide-ide kreatif dan inovasi dari panjenengan, Alhamdulillah tercipta kreativitas yang begitu luar biasa, barang bekas yang dikira sudah tidak memiliki nilai manfaat ternyata dapat diolah menjadi sebuah karya yang bernilai tinggi,” ucapnya.

Melihat antusiasme, komitmen dan dedikasi yang luar biasa dari semua peserta patut mendapat apresiasi.

Eisti’anah berharap, penganugrahan ini bisa menjadi inspirasi dan contoh bagi masyarakat dan berbagi pihak untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah merupakan masalah bersama yang membutuhkan kerjasama seluruh elemen masyarakat.

Bupati berupaya akan bekerjasama dengan pihak-pihak yang konsen akan sampah dan lingkungan, juga akan mengajak kerjasama dengan pihak swasta dalam menangani masalah tersebut.

“Mari ajak anak-anak kita untuk cinta terhadap lingkungan, sangat penting pengenalan lingkungan sejak dini,” ajaknya.

Bupati menambahkan, jika tim penilai Adipura sedang turun di kabupaten demak belum lama ini, ia meminta doa dan dukungan agar bisa meraih Adipura atau minimal bisa naik tingkat dari sebelumnya.

Sementara itu, peraih Juara Nasional Adiwiyata, Kepala Sekolah SMP N 2 Mranggen Ahmad Sholeh mengungkapkan jika SMP N2 Mranggen sebelumnya sudah mengikuti seleksi tingkat provinsi selama empat tahun dan masuk dalam Adiwiyata Provinsi.

“Baru Tahun 2023 ini kita berusaha untuk masuk seleksi Adiwiyata tingkat nasional, dan Alhamdulillah tahun ini SMP N2 Mranggen berhasil memperoleh penghargaan,” katanya.

“Nilai 90 sudah bisa masuk kategori adiwiyata nasional, dan Alhamdulillah kami bisa memenuhi kriteria tersebut,” ucapnya.

Sekolah Adiwiyata Nasional ini memang dilaksanakan dengan berbagai macam kegiatan, seperti kebersihan, penataan ruang, penghijauan agar lingkungan itu menjadi lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.

Selain penghijauan, juka ada pengelolaan sampah dari bahan organik maupun anorganik, kemudian diolah yang organik bisa buat kompos yang anorganik bisa manfaatkan untuk kreatifitas anak-anak,

Unggulan pertama tentang penataan lingkungan dan penghijauan, serta dimana juga ada ikon pohon trembesi yang sudah berumur mungkin sampai 35 tahun yang berdiri di depan.

Diketahui juara lain dari Adiwiyata Provinsi yakni SMK N1 Karanganyar, Adiwiyata tingkat kabupaten SD N Kedondong 1, tingkat SMP N 1 Guntur terbaik, dalam lomba lain kelurahan Bintoro sebagai juara kreasi dan inovasi, juara satu lingkungan bersih dan sehat yakni desa Kedungwaru lor kecamatan karanganyar, juara Bank Sampah oleh SMA N2 Demak. (Sam)