Bupati Demak; BLK dan Job Fair Maksimalkan Upaya Turunkan Angka Pengangguran

Bupati Demak Hj Eisti'anah usai membuka pelatihan berbasis kompetensi di UPTD BLK Demak. Foto: Sam
Demak, arusutama.com – Bupati Demak Hj Eisti’anah akan terus memaksimalkan penurunan angka pengangguran di Kabupaten Demak melalui beberapa pelatihan skill dan Job Fair.
“Bukan hanya BLK saja yang kita lakukan, di tahun ini kita juga akan mengadakan Job Fair dan insyaAllah di tahun berikutnya juga selalu kita adakan,” ucap Eisti’anah usai membuka pelatihan berbasis kompetensi angkatan 4 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerind) Kabupaten Demak, Kamis (17/11/2023).
BLK sebagai salah satu lembaga pelatihan kerja pemerintah yang bernaung dibawah Dinnakerind tentu mempunyai peranan penting dan strategis dalam upaya menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas dan berkompetensi sesuai dengan kebutuhan.
Begitu juga dengan adanya Job Fair atau Bursa Kerja sebagai wadah untuk mempertemukan dan menghubungkan perusahaan serta organisasi yang tengah mencari karyawan baru dengan para pencari kerja.
“Lewat Job Fair ini bisa menyerap para tenaga kerja yang jumlahnya cukup banyak. Job Fair sebelumnya tercatat ada 1.700 orang yang ikut. Ini dimana perusahaan-perusahaan yang ada di kabupaten demak kita rangkul semuanya untuk bisa menerima para lulusan SMK ataupun masyarakat demak,” ungkap Eisti’anah.
Ia mengungkapkan, jika salah satu banyaknya pengangguran karena kurangnya skill atau kemampuan. Namun, Pemda Demak juga mengusahakan bagi yang minim skill melalui pertemuan dengan beberapa perusahaan dan ada beberapa perusahaan yang siap menampung para masyarakat yang benar-benar tidak mempunyai skill khusus.
“Mereka membuka seluas-luasnya bisa sebagai tenaga kebersihan, pengaman dan lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinnakerind Demak Agus Kriyanto mengatakan jika angka pengangguran di demak sudah menurun dari sebelumnya.
“Alhamdulillah dari data BPS kita sudah mengalami penurunan dari 6,11 persen menjadi 5,38 persen, itu artinya sudah ada hasilnya, sehingga kita perlu adakan yang lebih lagi agar target penurunan angka pengangguran bisa menjadi 4 persen,” ucap Agus.
Selain pelatihan institusional juga mengadakan pelatihan yang didekatkan dengan warga lewat mobile training unit (MTU) atau dari data yang tercatat dalam Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
“Hari ini juga ada dua MTU yang kita kerjakan di desa Kangkung dengan pelatihan Las dan desa Tegal Arum dengan pelatihan Menjahit. Kami juga menggandeng lembaga pelatihan kerja swasta (LPKS) yang hari ini secara paralel kita buka di enam LPKS,” pungkasnya. (Sam)
