Sapa 300 Atlet Pelajar, Bupati Demak Harap Atlet Muda Bawa Nama Harum Daerah

Bupati Demak Hj Eisti'anah bersama kepala dinas, dan BUMD berlari bersama ratusan atlet muda di lintas lari Sport Center Demak. Foto: ist.
Demak, arusutama.com – Sebanyak 300 pelajar ikut menyemarakkan goes bareng bupati demak Hj Eisti’anah bersama Dinas Kepemudaan dan Olah Raga (Dinpora) Demak sekaligus pembinaan atlit sejak dini di Sport Centre Istimewa jalan Sultan Hadiwijaya, Katonsari, Demak, Jumat (2/12/222).
Goes bareng tersebut dimulai dari Sport Center menuju jalan tembus mangunjiwan, jalan Bhayangkara, melintas jalur pantura, dan kembali di Gedung Sport Center.
Bupati Demak mengatakan bahwa seleksi atlet sangatlah ketat, butuh latihan disiplin dan kerja keras agar nantinya mampu membawa nama baik daerah.
“Seleksi atlet cukup ketat, mereka yang lolos akan membawa harum nama daerah dalam pertandingan di tingkat propinsi sampai nasional,” ucap Eisti saat menyapa 300 atlet pelajar.
Selain Goes menggunakan sepeda, juga dilangsungkan sosialisasi kampanye gempur rokok ilegal Dana Hasil Cukai Hasil Tembakau (DHCHT).
“Untuk pembiayaan pengkaderan atlet pelajar. Mereka mengikuti seleksi di Sport Center, dalam cabang olah raga yang mewakili daerah bertanding dalam kejuaran tingkat provinsi sampai nasional,” terang Eistianah.
Bupati Demak berharap, atlet-atlet pelajar itu nantinya akan mampu membuat bangga kabupaten demak melalui event-event perlombaan yang diikuti nantinya.
“Pemerintah demak selalu mendukung dan mensupport, dengan anggaran yang ada untuk pembinaan yang berjenjang, maka akan berpotensi memunculkan bibit-bibit atlet yang potensial dan prestasi,” harap Mbak Eisti sapaan akrabnya.
Goes yang diikuti ratusan pegawai dari Perangkat Daerah, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut merupakan program Pemkab untuk menjalankan anggaran dari Dana Hasil Cukai Hasil Tembakau (DHCHT).
Tercatat untuk tahun 2023 Demak mendapatkan anggaran DHCHT sebanyak 45 miliar rupiah dan sebagian 10 persennya untuk sosialisasi gempur rokok ilegal ini.
Selain untuk sosialisasi, DHCHT sebesar 40 persen juga dialokasikan untuk pemberdayaan Petani, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Anggaran DHCHT juga untuk asuransi kesehatan BPJS bagi keluarga miskin, di kawasan ladang Tembakau kecamatan Guntur, Mranggen, dan Kecamatan Karangawen. (Sam)
